7 Keluhan Satria FU Terpopuler dan Solusinya

7 Keluhan Satria FU Terpopuler dan Solusinya

7 Keluhan Satria FU Terpopuler Sepanjang Masa dan Solusinya

Memiliki motor Satria FU memang gampang gampang susah, apalagi buat yang belum terbiasa alias pengguna baru. Seringkali ada saja permasalahan di motor yang dikeluhkan karena terasa mengganjal dan mengganggu kenyamanan saat berkendara satria FU. Merangkum apa yang pernah saya alami sendiri dan juga dari penuturan keluhan rider satria FU yang lain, berikut ini saya susun daftar nya “7 Keluhan Satria FU yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna baru Satria FU”:

Keluhan Satria FU No 1. Mesin Cepat Panas

Keluhan satria fu yang ini saya alami sendiri waktu pertama kali si FU datang dari dealer. Tanpa basa basi, Langsung saya nyalain trus bawa jalan jalan keliling komplek. Eh..paling baru sekitar 1 km, hawa panas mesin terasa sekali sampai ke kaki. Padahal biasanya mocin kasea saya gak secepat ini panasnya deh.. (ya iyalahhh…mocin 100cc gitu dibandingin ama FU..xixi)
Buat anda yang juga baru punya FU, apalagi yang tadinya biasa bawa bebek dibawah 150cc, jangan merasa aneh atau khawatir dengan keluhan satria fu mesinnya mudah panas. Juga tak perlu panik terus latah ikut-ikutan beli busi tipe dingin dengan harapan mesin jadi lebih dingin. Bukannya adem malah fu anda jadi susah idup nantinya, busi gampang koit, dompet pun kempes karena keseringan beli busi baru..hehehe.
Sistem pendinginan Satria FU (SACS) memang sangat bergantung pada adanya aliran udara yang masuk melalui sirip sirip oil cooler, aliran udara ini kemudian digunakan untuk ‘mendinginkan’ oli yang disirkulasi melalui jalur oil cooler. Jadi wajar kalau dibawa jalan pelan atau macet, tiupan udara/angin kurang, terasa sekali suhu mesin nya cepat meningkat drastis. Meski selama saya memakai FU belum pernah sampai mengalami overheat, tapi sengatan hawa panas ini memang mengganggu kenyamanan berkendara.
Terkait keluhan satria fu ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga suhu mesin supaya tidak terlalu panas:
Kualitas dan Kuantitas Oli Mesin
Salah satu fungsi penting Oli mesin adalah sebagai pendingin untuk menyerap dan mentransfer panas didalam mesin. Juga sebagai pelumas yang melapisi gesekan antar part didalam mesin yang pastinya menimbulkan panas, misalnya antar ring/piston dengan liner silinder. Oli standar pabrikan untuk FU adalah SGO, oli mineral base dengan kekentalan /viksositas SAE 20w-50. Namun untuk Satria FU saya lebih menganjurkan tipe semi sintetik atau sekalian full sintetik jika memang budget anda mencukupi, dengan SAE 15w-50 atau 10w-40 yang lebih encer. Kelebihannya, pada suhu dingin -misalnya pada saat pagi-pagi- SAE ini lebih mudah dan cepat bersirkulasi. Dan pada suhu panas juga tidak gampang mengental sehingga tetap mudah bersirkulasi mentransfer panas mesin dan sanggup menjangkau celah-celah sempit didalam mesin FU.
Untuk menjaga kualitas oli, gantilah Oli dan dan Filter Oli secara teratur sesuai anjuran. Setiap merk berbeda beda, tapi biasanya untuk semi sintetik idealnya setiap 2500km. Filter Oli berfungsi untuk menyaring kotoran/gram yang larut di oli. Ganti filter oli setiap 3x pergantian oli.
Untuk kuantitas oli, rutin cek jumlah /takaran oli didalam mesin melaui kaca intip yang tersedia dibawah selahan/kick starter, karena tipe oli encer 10w-40 memang lebih mudah menguap dibanding tipe 20w-50. Siapkan cadangan oli tambahan untuk antisipasi darurat jika volume oli didalam mesin banyak berkurang/ dibawah garis batas tengah.
Rawat kondisi oil cooler
Kisi2/sirip oil cooler yang rusak berat/bengkok2 atau kotor dpt mengurangi kemampuan pendinginannya. Ini juga jadi salah satu keluhan satria fu karena kisi2 oli coolernya memang gampang penyok, biasanya karena semprotan air tekanan tinggi saat dicuci steam. Untuk mengurangi resiko penyok, anda jg bisa menggunakan cover/pelindung oil cooler yang banyak dijual di toko aksesoris motor. Atau kalo anda rajin ya biasakan cuci sendiri FU anda biar lebih aman, hehe.
Jaga kondisi kebersihan mesin
Terutama blok mesin dan sirip siripnya, karena fungsinya cukup penting untuk melepas panas dari mesin ke udara luar. Kotoran, lumpur, atau kerak yang menempel di bagian luar mesin dapat menghambat pelepasan hawa panas. Jadi cuci/bersihkanlah motor secara teratur. Motor bersih, panas stabil, performa terjaga.
Tambahkan Aksesoris pembantu pendinginan mesin -bila perlu-
Beberapa aksesoris lain jg dapat ditambahkan untuk membantu menjaga menjaga suhu mesin tetap stabil. Misalnya kipas tambahan yg dipasang di oil cooler untuk membantu pendinginan oli, atau selang hawa tambahan yang dipasang di lubang pengisian oli & lubang intip magnet untuk membantu mentransfer hawa panas dari dalam mesin ke udara luar. Tapi kalo dirasa repot ya gak usah jg gpp, cukup utamakan point 1-3 saja. Dengan langkah2 diatas, keluhan satria fu mesinnya terlalu panas bisa diminimalisasi.

Keluhan Satria FU No 2: Suara Mesin Berisik

Bisa dibilang, hampir semua pengguna awal Satria FU pasti mengeluhkan soal bunyi bunyian di mesin ini. Seakan akan ini penyakit bawaan yang dijadikan bonus paketan dari Suzuki buat para pembeli FU, hehe. Keluhan satria FU bawaan lahir lah istilahnya.
Disaat mesin masih dingin -baru dinyalain- sering terdengar suara ‘tik-tik-tik’ dari dalam mesin. Tapi lama kelamaan atau kalau sudah dibawa jalan suaranya perlahan menghilang. Buat yg sudah terbiasa, bunyi ini mungkin tdk terlalu mengganggu dan dianggap wajar, tapi buat sebagian lain, biasanya akan takut terjadi kerusakan apabila bunyi berisik ini dibiarkan.
Dari banyak kasus, tersangka utama bunyi gemericik ini adalah pengatur ketegangan rantai keteng FU atau istilahnya Tensioner Adjuster milik FU yang – entah kenapa – seperti “lemah syahwat’, alias gampang lemes per nya, tidak mampu lagi menekan rante keteng secara maksimal, sehingga rantai keteng seperti kendur dan berisik, padahal motor masih terhitung baru keluar dealer.
Bagaimana solusinya keluhan satria fu yg satu ini? ya tentu saja tensioner adjuster-nya harus rajin dicek dan disetel ulang di bengkel langganan anda, misalnya pada saat servis rutin berkala.
Nah, kalau ternyata per tensioner bawaan pabrik sudah tidak ‘maen’ lagi, FUers biasanya menempuh beberapa cara alternatif berikut ini:
  • Ganti daleman per tensioner nya dengan per aftermarket yang lebih keras, dulu ada yang jual dengan harga sekitar 50rb an. Tapi sekarang saya kurang tahu apakah masih ada yang jual atau tidak.
  • Mengganti tensioner FU dengan tensioner bawaan motor lain. Saya sendiri belum mencobanya, tapi dari penuturan mekanik langganan saya, adjuster tensioner Suzuki Thunder dapat dipasang plug n play di FU. Harga sekitar 60rb. Alternatif lain adalah tensioner Suzuki Smash dengan yg harga lebih murah, 35rb, tapi tensioner smash perlu sediki penyesuaian (dilas) dibatang penekannya yang kurang panjang.
  • Mengganti tensioner bawaan pabrik dengan tensioner manual. Kadang orang juga menyebutnya tensioner mati atau permanen, karena tidak lagi memakai per elastis yang bisa otomatis menyesuaikan tekanan rantai keteng. Opsi inilah yang dulu saya pilih di FU saya karena menurut saya alternative ini lebih efektif dan praktis. Untuk tensioner manual ini bisa dengan cara memodifikasi/merubah tensioner standar menjadi manual di tukang bubut. Biayanya cukup murah karena hanya bermodal baut ukuran 12 saja untuk pengganti tonjokan tensioner, dibuatkan lubang dan dratnya di tukang bubut. Bagi yang suka praktis dan gak mau repot, bisa juga membeli tensioner manual yang sudah jadi, lebih simpel dan rapi model nya, Harga berkisar Rp 70rb, misalnya di kaskus ada yg jual.

Keluhan Satria FU No.3: Susah Netral

Keluhan satria fu ini biasanya dialami saat kondisi mesin hidup, misalnya saat berhenti di lampu merah. Motor harus sedikit didorong maju atau dimundurin dulu sedikit baru deh bisa masuk gigi netral nya.
Sebagai motor gress, tentu aneh kalau belum apa-apa sudah terjadi kerusakan di dalam sistem transmisi atau kopling. Hmm..terus kenapa ya susah netralnya?
Saya sendiri pernah mengalami susah netral ini dulu di awal punya FU. Tapi ternyata setelah mengganti oli SGO dengan oli semi sintetik, lalu mencoba merubah setelan kopling jadi lebih jauh/full (bisa disetel dari handle kopling diatas atau dari bawah deket bak kopling), masalah ini kemudian hilang dan tak pernah muncul lagi sampai sekarang.
Dengan asumsi tidak ada kerusakan didalam kopling (hub, rumah, kanvas kopling dsb), menurut saya oli yang baik dan setelan/jarak maen kopling yg tepat sudah cukup membantu menyelesaikan masalah keluhan satria fu ini. Soal merk oli memang memang cocok cocokan. Di FU saya, oli semi sintetik seperti misalnya Shell AX7 atau Enduro racing yang punya fitur ‘anti slip kopling’ sudah cukup bikin empuk persneling dan memudahkan netralin gigi. Oli yang full sintetik yang lebih mahal tentunya lebih baik lagi.

Keluhan Satria FU No.4: Knalpot Nembak

Knalpot nembak atau “popping” ini juga pernah saya alami di Satria FU standar saya. Keluhan satria FU ini terjadi setiap kali abis ngebut ato bejek gas sampai rpm tinggi, pada waktu nurunin gas tiba tiba knalpot meletup atau nembak. Kadang sih pelan tapi kadang juga kenceng banget suaranya, sampe bikin kaget orang dibelakang kita, hehe. Bikin malu aja, apalagi kalo lagi boncengin cewek..wadohh…tengsin bosss…hehehe
Jangan panik dulu, belum tentu ada petasan didalam knalpot anda :D , Lakukan dulu pemeriksaan pada beberapa hal dibawah ini yang kemungkinan menjadi penyebab penyakit nembak ini :
- Apakah ada kebocoran di sambungan sambungan knalpot di head /pangkal pipa knalpot?
Kebocoran gas buang akibat pemasangan baut knalpot di head yang kurang kencang, posisi braket yg kurang pas, baut slek, atau paking knalpot yang sudah rusak dapat menyebabkan letupan atau ledakan di moncong knalpot. Jadi pastikan area ini tidak ada kebocoran sedikit pun. Ganti paking knalpot untuk memastikan. Murah kok, paling goceng alias lima ribu perak.
- Kalau sudah yakin tidak ada kebocoran knalpot tapi masih nembak, kemungkinan lainnya adalah setingan karburator yang terlalu kering di putaran bawah.
Untuk langkah awal, coba setel ulang “fuel screw” (orang bilang setelan angin) di karbu standar FU. Tambah jumlah putaran ke kiri (counter clockwise / berlawanan arah jarum jam) ¼ – ½ putaran. Jika dengan penyetelan ulang fuel screw tetap masih gejala nembak, silahkan naikan spuyer/pilot jet (pj) standar fu satu step dulu, dari 12,5 ke ukuran 15, kalo perlu sampai 17,5. Bisa pakai pj punya Smash (15) atau Shogun (17,5) atau merk aftermarket seperti Extreme dan ktc, harga sekitar 20-25 rb. Jangan lupa sesuaikan lagi setelan angin (fuel screw) di karbu setelah penggantian pilot jet ini. Untuk panduan dasar setting fuel screw karbu vakum fu nanti saya coba bahas di artikel berikutnya.
- Langkah terakhir untuk keluhan satria fu ini: Jika dua hal diatas sudah dilakukan tapi knalpot masih nembak, adalah dengan menon-aktifkan sistem PAIR (Pulsed-Secondary Air-Injection). Jangan takut performa akan menurun, tambah boros, atau ada kerusakan dimesin akibat PAIR yang dinonaktifkan. Karena sistem PAIR hanya bekerja menyuntikan udara tambahan di ‘lubang buang’, jadi tidak mempengaruhi pembakaran di ruang bakar. Untuk menonkatifkan PAIR ini bisa dilakukan beberapa cara, tapi yang paling simpel dan dan bisa dikerjakan sendiri adalah dengan membalik plat membran PAIR yang ada di atas kop head. Dengan begitu sistem vakum pair tidak dapat bekerja mengalirkan udara dari box filter ke ehaust port. Dengan cara ini katup PAIR dan selangnya bisa tetap rapi terpasang seperti standarnya. Langkah langkah detailnya disable PAIR ini dapat disimak di penjelasan rekan FUers bro Bhotax ssfc#140 disini.

Keluhan Satria FU No.5: Rantai Roda Berisik

Banyak pengguna FU yang mengeluhkan suara rantainya yang berisik terutama saat melewati jalanan jelek. Tek tek tek tek..begitu bunyinya kayak tukang mie tek-tek..hehehe. Keluhan Satria ini biasanya bersumber dari bunyi rantai yang bersinggungan dengan swingarm. Jika memang tegangan/kekencangan rantai sudah disetel ideal tapi masih suka bunyi, bisa diakali dengan menambahkan karet ban di bantalan rantai nya. Bisa juga dengan mengadopsi bantalan rantai milik Jupiter MX atau Satria 2 tak. Murah meriah, harganya hanya sekitar 20rb.

Keluhan Satria FU no.6 : Gampang Mogok Karena Hujan/Air

Saat harus berkendara menerobos hujan yang cukup deras, banyak pengguna satria FU yang mengeluh motornya batuk-batuk terus mati. Saat mogok, busi sudah dibuka, dikeringkan, namun setelah dipasang masih juga susah hidup, kalo pun hidup, tak lama kemudian mogok lagi. Keluhan satria fu ini biasanya bersumber dari busi basah terus akibat tergenang air. Posisi lubang busi FU yg vertical alias tegak menghadap ke atas membuat got busi gampang tergenang air hujan atau saat dicuci dan akhirnya air masuk kedalam ruang busi.
Dari apa yang saya alami, menurut saya sebetulnya FU tak seringkih itu sama air. Walaupun saat hujan ada air yang masuk ke ruang busi, paling hanya ada sedikit brebet tapi tak sampai mati/mogok gak mau nyala lagi. Karena dari pabrikan sudah disiapkan lubang pembuangan untuk mengalirkan air dari dari dalam ruang busi ke luar mesin. Lubang ini terletak persis disamping pangkal knalpot, sedikit tersembunyi diantara sirip head. Asalkan lubang ini tidak mampet atau tertutup kerak/lumpur/kotoran, air cuma lewat dan busi relatif tetap aman dan motor pun tak sampai mogok.
Sayangnya lubang ini posisinya rawan tertutup kotoran dan lumpur akibat cipratan spakbor depan. Jadi kalau suatu saat FU anda mogok ditengah hujan, bisa jadi saluran buang ini mampet. Coba cek lubang pembuangan ini dengan cara dirojok/ditusuk-tusuk cukup dengan menggunakan sedotan aqua gelas atau patahan lidi atau obeng kecil saja, biasanya kalo sudah lancar, air akan mengucur keluar dari lubang ini.
Sebagai solusi tambahan untuk keluhan satria fu gampang mati keujanan ini juga bisa dengan cara mempersulit air masuk keruang busi. Tambahkan lilitan isolasi /celotape di chop busi supaya lebih rapat mencegah rembesan air masuk ruang busi, paling 5rb perak harga isolasinya.

Keluhan Satria FU No.7. Lampu Utama Redup / Kurang terang

Buat rider FU yang suka berkendara malam hari, sektor penerangan tentulah sangat vital fungsinya. Dalam soal ini, harus diakui memang sorot lampu utama bawaan satria FU terhitung lemah alias redup. Mengganti bohlam lampu dengan halogen abal abal saja tidak menyelesaikan masalah keluhan satria fu ini, malah merusak reflektor. Paling memuaskan tentu dengan mengaplikasi lampu HID atau Projie di satria FU kita, terang bin keren pula coyy :D .
Sayang sekali untuk jenis projector HID ini harganya termasuk menguras kantong. Tak semua pengguna Fu rela merogoh kocek sedalam itu untuk sektor lampu penerangan.
Adakah alternatif lain yang lebih terjangkau ? Ada.
Anda dapat coba melirik jenis lampu LED Luxeon yang harganya lebih terjangkau serta pemasangan yang lebih praktis dibanding HID. Tak perlu ubahan kelistrikan seperti misalnya fullwave, ganti kiprok, dll. Tersedia dalam berbagai pilihan watt, beberapa penjualnya menawarkan paket pemasangan yang cukup terjangkau berkisar 135 – 275rb terima beres.
Nah pemirsa, itulah tadi rangkuman 7 Keluhan Satria FU Terpopuler Sepanjang Masa Versi Satria155.com, yang paling sering bikin galau terutama bagi pengguna baru Satria FU alias newbie seperti yg saya alami sendiri. Adapun beberapa tips solusi yang diutarakan diatas hanyalah sharing dari sesama pengguna FU, yang juga sama-sama awam motor. Jadi mungkin saja tidak manjur atau tidak cocok diterapkan di FU anda. Untuk solusi terbaik mengatasi keluhan satria fu diatas, sebaiknya konsultasi langsung dengan mekanik atau bengkel langganan anda masing-masing.
Punya daftar keluhan satria FU + solusi yang pernah anda alami di FU anda?
Mari berbagi pengalaman di kolom komentar, pasti bermanfaat untuk membantu para newbie yg lagi galau karena ngalamin keluhan satria FU seperti diatas :)
Pucing, Ciyussss?  haha
Salam,

SUMBER   Satria155
Masalah Keluhan Satria FU

Share and Enjoy

 

Pilih Tensioner Satria FU |Mau Otomatis atau Manual?

Pilih Tensioner Satria FU |Mau Otomatis atau Manual?

 

Sudah jadi rahasia umum dikalangan FUers bahwa tensioner Satria FU menjadi titik lemah yang sering dikeluhkan para pengguna Satria FU. Tidak lain karena bunyi berisik yang mudah sekali muncul di FU baru sekalipun akibat per tensioner bawaan motor yang ‘lemah syahwat’. Hal ini sempat pula saya singgung sedikit di artikel 7 Keluhan Satria FU terpopuler sepanjang masa. Selain mengganti per tensioner satria fu orisinil dengan per tensioner aftermarket yang lebih keras/awet, jalan keluar lain yang sering ditempuh FUers adalah mengganti tensioner standar dengan tensioner manual (yg kadang juga disebut tensioner mati atau permanen). Walau cukup banyak pro – kontra tentang penggunaan tensioner manual ini, pada prakteknya banyak FUers yang memilih cara ini dan merasa masalah berisik di mesinnya bisa teratasi. Juga jarang didapati ada keluhan efek samping atau kerusakan yang ditimbulkan akibat pemakaian tensioner manual ini. Nah, pada kesempatan ini, bro Joko Subangun Bantal (anda tentu tak asing lagi dengan nama empunya FU Lone rider ini karena sudah beberapa kali ia sharing tulisan di blog ini) ingin berbagi pengalaman dan analisisnya seputar pemakaian tensioner manual di Satria FU. Oke pemirsa, karena saya tak ingin berpanjang lebar disini jadi silahkan simak langsung ‘celoteh’ ki joko berikut ini :

TENSIONER ADJUSTER VERSI ORI (OTOMATIS) DAN VERSI MANUAL (MODIFIKASI/HASIL SUBSTITUSI)

by. Joko Prasetyo Subangun Bantal
Gak sedikit yang menilai tensioner adjuster FU per-nya lemah…jadi gak kuat menekan rantai keteng.
Tapi menurut hemat saya tensioner adjuster FU itu sudah pas sesuai pemakaian harian yang normal…karena FU kan motor harian, bukan motor balap.
Tapi kalo FU yang notabene motor harian dipakai buat ugal-ugalan..sering disentak-sentak terutama dari gigi 1 ke gigi 2 ya wajar saja kalo tensioner adjuster terasa lemah dan keteng cepet melar dan suara gemericikpun keluar.
Analogi tensioner adjuster itu ibarat setelan rantai roda, dan rantai keteng ya ibarat rantai roda.
Seiring dengan masa pemakaian dan perawatan (kecukupan akan ketersediaan pelumas) maka lambat laun rantai keteng atau rantai roda akan melar.
TENSIONER ADJUSTER OTOMATIS
Tensioner Orisinil Satria FUPada tensioner adjuster orisinil sistem otomatis, bila rantai keteng kendor sedikit saja (sesuai perhitungan para insinyur sijuki) maka tensioner akan menonjok/maju kedepan menekan karet adjuster rantai keteng, dan rantai ketengpun kekencanganya ideal lagi.
Panjang tonjokan/majunya tensioner adjuster yang otomatis/ori ada batasan jangkauannya, ini juga sudah diperhitungkan sama insinyur sijuki, jadi kalo rantai keteng sudah terlalu melar dan jangkauan tensioner adjuster sudah mentok ya tetep aja rantai keteng gak bisa ketekan atau kenceng lagi alias suara tetep berisik. ITU ARTINYA RANTAI KETENGNYA HARUS GANTI
TENSIONER ADJUSTER MANUAL
Tensioner Manual Satria FUPrinsip kerjanya sama dengan yg otomatis, tapi kalo yang manual setiap rantai keteng kendor kita harus repot ngencengin rantai ketengnya dengan cara memajukan tonjokan tensioner adjusternya. Adapun batasan sampai sejauh mana kita memajukan tonjokan tensioner adjusternya ya berdasarkan feeling. Kenapa?..karena rantai keteng gak keliatan…hehehe
Ibarat rantai roda…kalo kendor ya kita ngencenginnya kan secara manual.
Apakah ada yang salah kalo kita memakai tensioner manual?
Tidak ada yg salah bila FU yang tensioner adjusternya sudah sistem otomatis tapi mau pakai yang manual. Yang salah adalah prinsipnya.
Rata-rata orang baru mengganti atau beralih ke tensioner manual ketika tonjokan tensioner adjuster yang ori sudah mentok alias rantai keteng sudah terlalu melar. Setelah itu ganti dengan tensioner adjuster manual. Dan panjang tonjokannya di tambah las-lasan baut pula…alamaaakk.
Ibarat rantai roda yang sudah terlalu melar dan setelannya sudah habis harusnya rantainya yang diganti. Kenapa hrs ganti ??. Karena kalo setelan sudah mentok berarti toleransinya udah habis…jangan malah dipotong dikurangi dan disambung lagi. Karena rantai tersebut sudah tidak layak…dan resiko putus mengintai.
Bila ada yg bilang; “ah saya aman-aman aja tuh sering motong rantai”. Saya cuma menjawab juga; ‘bersykurlah…ente bermain diarea merah tapi tuhan masih sayang sama ente..dan faktor mujurnya pas bagus…tapi apakah mau menggantungkan keselamatan pada faktor mujur terus??..hehe’
Rantai keteng yang udah melar dan tensioner adjuster manualnya sampai ditambah baut supaya bisa menonjok lebih kedepan lagi beresiko membuat keteng putus. Putus karena usia keteng itu sendiri dan putus karena makin tertojok ke depan maka beban getaran yang diterima tensioner manual yang ditambah las-lasan baut tadi juga semakin besar, bisa copot las-lasannya.
Gambarannya seperti rantai roda kendor dan setelannya udah mentok. Karena rantai masih tetap kendor maka bagian bawah rantai kita kasih stabilizer rantai yang menekan keatas. Makin keatas maka beban stabilizer rantai makin berat dan putaran rantaipun justru makin tidak lancar karena makin tertekan berarti medan gesek rantai makin besar.
Jadi kalo mau beralih ke tensioner manual; yang benar adalah ketika rantai keteng masih bagus.
Atau untuk menghemat biaya saat penggantian 1 set, jadi rantai ketengnya baru, tensionernya juga baru tapi yang manual.
—–
Semoga sharing dari bro Joko ini bermanfaat untuk yang sedang berencana memasang tensioner manual atau masih galau dengan tensioner standar satria FU-nya.
Salam,


sumber Satria155

Share and Enjoy

Si Centil Sinta dari Kota Kembang | FU Imut Tenaga Bahamut

Sinta, demikian satria FU ini biasa disapa. Cute name isn’t it? hehehe.. namanya sih emang imut imut, tapi awas jangan terkecoh dengan kamuflase keimutannya pemirsa. Namanya boleh sinta, tapi ototnya otot Rahwana. Kelihatannya imut, tapi bertenaga layaknya Bahamut. (tau bahamut? itu lhoo karakter Naga yang sering nongol di games RPG) modifikasi satria FU sinta
Satria FU centil bernama Sinta ini milik seorang kawan Fuers dari kota kembang Bandung. Bonie nama si empunya. “aktivis online’ yang sering hilir mudik di forum forum FU dunia maya seperti di kaskus dan group facebook. Papi racing julukan bekennya. hehe. Mungkin karena Agebe (anak gaul bandung, red) ini seringkali pamer foto bareng para bidadari bidadari kota kembang yang cuantik cuantik, cocok lah disebut jadi ‘papinya’ peuyeumpuan bandung yang terkenal ciamik. hehe.
Dasar gak jauh dari lingkungan wece-wece, FU kesayangannya ini ternyata ia dapatkan tahun 2010 sebagai tangan kedua dari sorang wanita yang ia kenal di forum kaskus. Si sinta yang aslinya adalah FU CBU produksi 2004 ini tadinya milik seorang gadis cantik dari Jogjakarta. Beralih tuan ke bro bonie dalam Kondisi standar ting ting mulus maknyus berkat perawatan ciamik dari lady biker pemiliknya terdahulu.
Namanya juga papi racing, tentu tak betah berlama-lama dengan kondisi tunggangan yang serba tandar. Di sektor tampilan, tampang orisinil khas CBU dipermak dengan guyuran cat warna janda, ungu bunglon ahayyy…:D
Disektor performa, first step dan juga pilihan terbaik adalah upgrade 3 pilar terlebih dahulu untuk memaksimalkan potensi standarnya. Spek upgrade pertama tahap pemula, karbu Keihin PE28 dipadukan dengan CDI BRT Dualband Tune Up racing, dan Knalpot Free flow Creampie made in Jogja.
CDI NMFSetahun lamanya, Spek upgrade level 1 ini cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan korek harian. Kalaupun ada perubahan, hanya variasi di sektor CDI BRT yang diganti CDI NMF Ordinary thailand, dan jajal knalpot custom made yang kalo kata bonnie suaranya amit amit..bisa bikin warga ngamuk karena saking berisiknya, hehehe..
Gapapa lah bonnn…namanya juga modif pemula bro… ^_^
Gak tahan dengan komplenan tetangga, :p empunya sinta pun naek kelas dengan menebus knalpot baru untuk Sinta, DBS almu thailand punya. Namun toh tak bertahan lama, karena rayuan racun pipa DBS cacing special edition yang harga pipanya saja 1,1 jt tak mampu ditahannya, langsung ditebus dan melengserkan dbs almu yang baru dua minggu nemplok di sinta.
TRANSFORMASI ENGINE SINTA 1.0
Spek FU 3 Pilar memang sudah lebih dari cukup untuk melayani kebutuhan tuannya ngampus, wakuncar, clubbing, dan hura hura lainnya. Namun bukan papi racing namanya kalau hanya puas sampai disitu. Selama 8 bulan lamanya empu si sinta berburu amunisi-amunisi kelas dewa dengan satu tujuan: mentransformasi engine si sinta menjadi mesin rahwana kelas dewa tapi tetap sanggup dipakai harian.
Buah kesabaran yang tidak sia-sia, sederet part-part ajib berhasil didapatkan:
- Kruk as stroke UP 60mm
- Piston 70,5
- Klep Gambot IN 25 EX 21
- Camshaft DBS 330 derajat
- Karburator Keihin PJ 34
Part Stroke Up Bore Up Satria FU
Kem DBS
Bermodal sederet amunisi diatas, sinta harus pasrah diobrak abrik keperawanannya. Semua part dijejalkan kecuali disektor karbu yang sementara cukup pake Keihin PWK28 Japan reamer 32mm karena belum siapnya intake manifold untuk PJ34. Total kapasitas mesin? silahkan hitung sendiri pake rumus yang saya jelaskan di artikel Apa itu Bore Up Apa itu Stroke Up.
0,785 x 70,5 x 70,5 x 60 = 234cc. Wowww….kapasitas mesin raksasa tuh bro. hehe.
Pada proyek transformasi tahap pertama ini, Sinta memang masih hanya berkutat di sektor jeroan mesin saja. Sektor kelistrikan, pengapian, dan transmisi sementara dibiarkan perawan.
sinta 1.1
Level 1 DONE. Waktunya test run diatas aspal. Trek Brigif Cimahi yang memang merupakan tempat kongkow nya para dragster bandung pun dipilih. Hasilnya memuaskan. Walo masih mengandalkan pengapian dan rasio standar, sinta 234cc sanggup menunjukan tajinya.
Sedikit cerita dari bro bonnie saat pertama kalinya menjajal mesin baru sinta.
Oke lanjut test run brigif langsung…kebetulan ada MX buntungan..hehe langsung tempell aja start bareng ..taunya malah MXnya akrobat pas 5 meter setelah start … sinta pun di depan.
Well..thats not fair..muter balik ada ninja RR suaranya udah kering banget…diintip karbunya udah pwk 28 juga ada tulisan V-force3.
Hmmmm sepertinya layak dicoba … eh kejadian start bareng MX tadi terulang kembali..joki ninjanya akrobat lagi ngangkat2 layaknya freestyle..dude..this is dragbike not freestyle :D
Puter balik lagi nyari lawan ninja akhirnya ketahuan hasilnya masih unggul sinta…sayang engga kevidio batre handphone uda ajeb ajeb ….
Cukup puas dan bangga..walau masih rada kesel karena ga bawa pulang vidio..engga bawa rekaman lengkap hitam diatas putih..:(
VIDEO TEST SINTA @BRIGIF vs RR:
TRANSFORMASI ENGINE SINTA 1.1
Keihin PJ 34Gatal dengan karbu PJ34 Sudco yang belum sempat dipake, akhirnya karbu kelas dewa ini pun sukses dipasang di Sinta. Dipadu jarum DGL, spuyer ketemu diangka 45 / 125. Sekalian colok CDI baru pake andrion. Untuk pengerjaan dan setting diserahkan sepenuhnya ke tim Radius Racing Bandung.
Menurut penuturan empu si sinta, selama pakai Pj34 belom dapet kesempatan test lagi di trek brigif. Sinta pun murni dipake buat harian saja. Pada tahapan ini, sempat muncul kendala motor brebet parah. Selidik punya selidik, ternyata permasalahan ada disektor pengapian, motor brebet seperti istri lagi tanggung bulan minta jajan , hehehe. Wajar saja, memang sudah seharusnya suplai bensin yang dengan bandwith Gigabyte (modemmm kali gigabite , hehe) tentu harus dibarengi suplai pengapian yang juga mumpuni. Obat bengek pun didatangkan, satu set Koil YZ 125 4ss kabel kurabe yang memang sudah terkenal bengis dipadupadankan dengan nology hotwires dan CDI Rextor Monster. Brebet hilang, pembakaran sempurna.
TRANSFORMASI SINTA LEVEL 2.0
FU Centil si SintaMalang tak bisa dihadang, sinta sempat mengalami kecelakaan naas yang meluluh-lantakan sektor depan bodi rampingnya. Restorasi penampilan pun dilakukan dengan mengadopsi sektor depan orisinil 1 set milik Suzuki Raider 125. Termasuk fork depan 26mm yang bengkok pun ditanggalkan dan diganti fork 27mm original raider 125. Speedo original sinta yang juga hancur berkeping keping diupgrade dengan modul KOSO Powertest. Sektor pengereman depan dilengkapi master Rem KRS dan Kaliper Mio biar makin mumpuni, nyelenehnya rem belakang malah jadi drum brakes pake tromol suzuki smash. Yah namanya juga drag mania..ya gitu dehh..depan pakem belakang ngacir..hehehe.
Modifikasi Satria FU Sinta
Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali. Nanggung kalo cuman update tongkrongan, sektor mesin tak mau ketinggalan sekalian diupgrade juga. Piston dioversize lagi jadi 71mm, posisi piston mendem 0,8mm. Power mesin yang sudah jauh membengkak tentu juga membutuhkan pelepasan tenaga yang sempurna lewat komposisi gigi rasio yang lebih pas. Satu set gearbox close ratio racikan Radius Bandung pun akhirnya ditebus demi Sinta.
Disektor pengabutan bahan bakar, evolusi karburator diterapkan. PJ 34 resmi digusur. Sinta kini dijejali karbu super yang lebih beringas lagi: Keihin PWK 35 Airstrike Sudco. Venturi lebih besar, suplai udara lebih fokus karena dilengkapi sirip pemecah angin/airstrike di moncong karbu, gak takut tekor walau disentak mendadak karena sudah dilengkapi empat ventilasi udara (quadvent).
Disektor penyalur gas buang, knalpot DBS juga dilengserkan. Terlalu mainstream boy :) . Pilihan mantap dijatuhkan pada sosok knalpot freeflow yang sedang naik daun dan terbukti mumpuni di ajang balap lurus: WRX Drag Oval 250cc. Optimal melayani jambakan mesin extreme seperti sinta, tarikan dahsyat dari mulai gas dibejek sampai sehabisnya nafas mesin. Tak luput dijamah adalah sektor pengapian, otak pengatur lentikan api kini menjajal Andrion XP 4 Power yang memang terkenal bengis putaran atasnya.
Keihin PWK 35 Airstrike
Knalpot WRX Drag 250
Inilah spek akhir si sinta saat ini:
-237cc
-Stroke 60mm
-Bore 71mm
-Close Rasio custom
-25/21 valve
-Karburator PWK 35 AS Quadvent SUDCO
-PJ MJ 40/125 untuk harian
-CDI Andrion 4 Power untuk Harian, Rextor Monster untuk isengan
-Knalpot WRX Drag 250cc
-Final gear 14-40
-Tuned by RADIUS Bandung

New look Sinta 3.0
Satria FU Bore Up Harian
Menurut testimoni dari bro bonie, tenaga sinta setelah naek spek ini terasa sekali bedanya dari spek sebelumnya. Karbu PWK35 AS memberikan karakter yang jauh lebih beringas dari putaran bawah sampai atas. Saat test spek level 3 ini di trek brigif, 1 RX king kelas chamber,1 ninja buntung dan 1 ninja frame standart dapat diatasi dengan mudah oleh sinta 3.0. Supaya lebih mudah dikontrol, pengapian sengaja diset agar ledakan tenaga melonjak drastis putaran menengah ke atas. Start pun lebih mulus enggak sampai akrobat malah terkesan lembek tenaganya..namun selepas 20 meter benar-benar keluar langsung tenaganya.
Sinta new spek
Dengan spek extreme seperti ini, mungkin pemirsa berfikir si sinta ini sudah jadi motor gantungan??
Wrong. Sampai hari ini status sinta masih setia melayani tuannya sebagai kendaraan harian, berburu wece-wece kota kembang…hehehe. Motor harian spek gantungan, bahkan Lebaran kemarin FU centil centil sangar ini masih setia menemani tuannya menikmati mudik lebaran dari bandung ke Boyolali.
Nah pemirsa, cukup sekian dulu profil FU kali ini. Kebetulan seminggu kedepan saya akan menghabiskan waktu dikota kembang karena tuntuan pekerjaan. Siapa tau disana ada kesempatan kongkow bareng sinta dan empunya, mana tau ketiban duren dikenalin sama peuyeum-peuyeum bandung binaan papi racing bandung. Bisa kaleee…hahaha..
Hope u like it.
See you when i see you,,

Last Pic.

Share and Enjoy
SUMBER
satria155.com

Pengapian Maju vs Api Gede | Kalau Bisa Retard Kenapa Advance?

Dalam usaha meningkatkan performa mesin sepeda motor, sistem pengapian adalah salah satu sektor vital yang mendapatkan perhatian utama. Sektor pengapian ini diyakini memiliki porsi besar dalam mendongkrak tenaga, torsi, dan kinerja keseluruhan sang tunggangan. Ya tenaga, ya torsi, maupun fuel efficiency alias efisiensi konsumsi bbm. Tak heran, berbagai macam peranti pengapian pun marak beredar dan laris manis dikalangan para riders/bikers, sebut saja misalnya CDI Racing, Koil Racing, Kabek/Chop Busi, Busi ‘racing’ dll yang banyak diburu karena sifatnya yang mudah diaplikasi/ plug n play
Nah ngemeng-ngemeng soal CDI ‘racing’, mahluk persegi empat yang satu ini memang menjadi salah satu komoditi ‘racing’ paling hot. Gelarnya pun gak maen-maen; Otak Pengapian. Wuihhh….keren kan pemirsa.
Sang CDI mendapat tempat terhormat dalam sistem pengapian sebagai The Brain, Sang Pengatur, The Controller. Sehingga wajar kalau upgrading di komponen CDI ini menjadi menu wajib bagi mereka yang ingin memperbaiki kinerja pengapian motornya.
Dibandingkan CDI standar, CDI racing biasanya memiliki beberapa kelebihan dalam bentuk:
  • Limiter rpm lebih tinggi, atau bahkan tidak ada rev limiternya sama sekali (unlimiter)
  • Fleksibilitas dalam setingan timing pengapian, misalnya multi map, adjustable, atau programable. Jadi bisa dicari lagi kurva lain yang lebih cocok untuk spek mesin tertentu.
  • Kalaupun ada cdi racing yang hanya dibekali satu map pengapian (single map), biasanya mapping/kurva yang tertanam didalamnya sudah dioptimasi lagi. Lebih agresif dibanding mapping CDI standar. Dalam arti, timing pengapian-nya lebih maju (Advance) dibanding cdi standar.
TIMING ADVANCE vs API GEDE
Bicara soal timing pengapian, Memangnya apa sih keuntungannya kalo timing pengapian dibuat lebih maju (advanced) dari standar?
Hmmm….panjang ceritanya pemirsa, mungkin bisa lebih enak dibaca artikel saya sebelumnya tentang TIMING PENGAPIAN, APA SIH??. Singkatnya saja, memajukan timing pengapian (sampai batas tertentu) diyakini dapat memberikan manfaat positif pada efisiensi pembakaran, berujung pada peningkatan torsi dan atau tenaga motor.
Maka wajar bila optimasi kurva pengapian menjadi kuncian utama yang dijagokan oleh produk-produk CDI Racing di pasaran. Timing pengapian yg diprogram CDI diyakini banyak kalangan lebih penting dan lebih sentral perannya dibanding misalnya koil atau busi. Contohnya seperti yang dijelaskan di artikel otomotif.net DISINI.
Nahh, menyinggung topik ini saya pun teringat pada satu postingan/notes di facebook yang ditulis oleh Mas Joe. Bagi pemirsa yang belum tahu, Mas joe ini adalah pencipta dari salah satu merk CDI racing made in Jogjakarta, yaitu CDI Predator. Dialah sang kreator alias otak utama dibelakang penciptaan CDI predator. (CDI predator ini pernah saya ulas juga profilnya di artikel 5 CDI Racing Favorit Satria FU, silahkan bisa dibaca lagi disana).
Menjadi menarik, karena pada tulisannya tersebut, mas joe menyajikan sudut pandang yang berbeda mengenai timing pengapian, kualitas api, dan implikasinya pada efisiensi pembakaran.
Berikut saya sajikan tulisan Mas Joe dibawah ini:
———–
Kalo Bisa Retard Kenapa Advanced??
Kebanyakan orang berfikir bahwa pengapian motor Racing itu cenderung advanced..
Hal itu bisa dilihat dari CDI – CDI racing yang ada di pasaran yang cenderung memiliki derajat pengapian lebih tinggi dari std..
dan terus terang pendapat saya agak berseberangan dari kebanyakan..
Efisiensi pembakaran diruang bakar paling tinggi itu justru malah akan didapat dengan pengapian yang lebih mundur atau retard.
Dengan pengapian yang lebih dekat TMA/retard maka tendangan balik piston pada saat langkah kompresi makin kecil, alhasil porsi energi hasil pembakaran di ruang bakar makin banyak yang berubah menjadi energi putar mesin dan juga ruang bakar menjadi lebih dingin..
Serta efek yang lain yang tak kalah penting adalah kerja stang piston dan kruk as menjadi lebih ringan.
Tetapi untuk kita bisa menset pengapian menjadi lebih retard, yang wajib diperhatikan adalah gas bakar harus bisa terbakar sempurna lebih cepat.. untuk mensiasati hal ini maka yang bisa kita lakukan adalah
1. Membuat campuran antara udara dan bahan bakar yang akan masuk keruang bakar menjadi lebih homogen (ini udh urusan mekanik)
2. CDI yang kita pakai harus bisa memberikan output api dibusi menjadi lebih besar, makin besar api busi makin besar pula kemungkinan pembakaran di ruang bakar menjadi lebih cepat terbakar sempurna.. so CDI dengan api besar itu adalah wajib untuk motor racing..
“Di mesin 4 tak, torsi itu sebenernya adalah gaya sentrifugal dari magnet, kruk as, bandul balancer. yang membantu putaran mesin diluar langkah usaha pada siklus mesin 4 tak.”
Jadi justru dengan pengapian lebih mundur atau lebih dekat di TMA, gaya tekan pemampatan atau langkah kompresi makin turun, alhasil torsi malah makin naik..
##CMIIW
———-
Jika saya tak salah menangkap esensi tulisan mas Joe ini, ide utamanya adalah: “Jika faktor pendukung lain memungkinkan (campuran bbm/mixture yg lebih mudah dibakar + api yang mumpuni), maka timing pengapian bisa dibuat mundur / retard tanpa menyunat tenaga hasil pembakaran. Dengan begitu, resiko ‘pisau bermata dua’ alias efek negatif dari timing advance pun bisa dihindari”
Hmmmmm…sudut pandang yang menarik kan.
Bagaimana menurut pemirsa…?
NOTE.
Bagi anda yang ingin mengenal lebih detail tentang CDI predator, silahkan join saja dengan group facebooknya DISINI, atau forum nya DISINI. Biasanya mas Joe selalu nongkrong disana untuk melayani berbagai konsultasi dan pertanyaan seputar cdi kreasinya.

Share and Enjoy

Kampas Kopling WRX di Satria FU | Alternatif Menggoda Pencinta Performa

REVIEW KAMPAS KOPLING WRX DI SATRIA FU

Kalo rezeki memang gak bakal kemana pemirsa. Ceritanya sebulan yang lalu kawan saya (bro gugum) mampir maen kerumah. Dan doi ternyata gak cuman berkunjung dengan tangan hampa. Disela mengobrol, bro gum mengeluarkan kotak pusaka dari tasnya, hehe. Kotak merah kinyis kinyis bertuliskan WRX CLUTCH PLATE High Performance, dalamnya berisi 5 lembar kampas kopling untuk Satria FU. Wihh, produk baru nihh.
Kampas Kopling WRX Test
Di pasaran, katanya kampas kopling WRX ini dibandrol 200rb an. Kebetulan, klub satria fu yang saya ikuti (ssfc) mendapatkan kesempatan menjajal produk ini langsung dari produsen wrx. Dannnn, walaupun saya ini sebenernya cuman sekedar supporter aja di klub, bro gugum yg pentolan divisi racing di klub berbaik hati jatahin satu buat fu saya, hehehe, padahal sih ane kagak kompeten juga ngetes beginian bro, lha ane bukan praktisi balap mas bro. cuman seneng nonton doangan..haha.

Tapi ya sudahlah, ada rejeki moso ditolak ya? :D . Bro gugum pamit pulang, dan kotak merah ini pun ditinggal buat jadi makanan si macan, eh maksudnya dicoba dipasang di si macan ompong. :D
Kanvas Thunder, Standar, WRX
Akhir minggu saat ada waktu luang, sekalian jalan-jalan santai saya lalu mampir ke bengkel langganan di kisaran cisalak depok. Tongkrongan disitu emang enak pemirsa, udaranya masih suegerr, enak buat ngopi, ngemil, ngeroko, sambil menikmati pemandangan jalan tol depan bengkel. Viewnya luas, gak sumpek, mirip mirip pemandangan di puncak deh pokoknya, haha lebay.

Puas ngobrol ngalor ngidul, bak kopling pun diturunkan. Yang turun tangan langsung empu penunggu bengkelnya, empu jabrik gandring, hehe. Doi yg kotor-kotoran jadi operator, ane sih tinggal duduk manis aja pegang hp dan gelas kopi, hihi. nih link nya
http://www.youtube.com/watch?v=hsfbfaxgXyI&feature=player_embedded


O iya, mumpung masih ada kaitannya, baru baru ini kawan kawan di ssfc (bro wildan dkk) bikin video penjelasan cara bongkar pasang kanvas kopling di satria fu, ini dia videonya:
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=VBDKYtBLhnk


Back to laptop, selesai pasang kopling, seting-seting dikit sama empu jabrik gandring, kamipun lanjut ngopi ngopi lagi, hehehe. Kebanyakan ngopinya nihh daripada ngetesnya. :D
Pasang Kampas Kopling Satria FU
So, bagaimana penilaian saya setelah sebulan ini menggunakan kampas kopling wrx?
To the point aja ya: Uenak pemirsa. :D .
Dari mulai saat pertama menjalankan motor dari bengkel pulang ke rumah, kesannya langsung menggoda. WRX tak tak sekedar menjual omong kosong dengan tagline promosinya yang bertajuk “Lebih Bertenaga!”. Hentakan tenaga di setiap perpindahan gigi memang lebih terasa. Motor uzur ini berasa jadi kuda lumping lagi, nyundul-nyundul kayak kebanyakan minum kratingdeng. haha.
  • Penyaluran tenaga? excelent, sangat responsif.
  • Gejala slip? Not found. Lancar jaya.
  • Perpindahan gigi? Tetep smoothhh dan empuk tanpa kendala.
Perlu diketahui bahwa kondisi fu saya ini udah lama spek balik standar, gak maen bore up, gak maen stroke up. Noken as juga standar. Kini hanya bermodal 3 pilar seperti lumrahnya fu harian biasa. Tak ada ubahan di sektor kopling, hanya ganjal per kopling 3,5mm dan itu pun sudah sejak lama saya gunakan. Selain kampas standar, sebelumnya saya juga menggunakan kampas kopling RG lalu Thunder 125. Dan menurut feel saya, bicara performa kampas wrx ini lebih berasa tarikannya dibanding keduanya.
Kalau ada hal yang belum bisa disimpulkan adalah soal daya tahan atau masa pakai di pemakaian harian. Untuk ini hanya waktu yang akan memastikan, time will tell. Karena memang produk ini masih sangat baru keluar dipasaran. Walau begitu, pihak wrx sendiri telah menghabiskan waktu panjang untuk riset dan pengujian produk kampas kopling ini sebelum akhirnya dilempar ke pasaran. Dan saya cukup optimis mengingat reputasi brand wrx yang telah terbangun baik selama ini di lini produk knalpotnya.
Sum up, dengan harga jual yang menurut saya terjangkau (200rb), kampas kopling ini sangat berpotensi jadi alternatif menjanjikan untuk para rider satria fu yang menginginkan performa lebih mantap di motornya. Respon penyaluran tenaga dan tarikannya maknyoss, bahkan dibanding kampas rg sekalipun yang selama ini jadi andalan di satria fu. (Silahkan baca artikel 3 Jurus Laris Tingkatkan Performa Kopling Satria FU).
Sooo, karena kesan pertama sudah menggoda, selanjutnya ya terserah anda. :)
Untuk informasi penjualan produk kampas kopling wrx, silahkan kunjungi wesite nya www.wrx.co.id
Salam,

foto-foto minuman beralkohol jika dilihat melalui mikroskop







Foto-foto ini bukanlah karya seorang pelukis abstrak, namun foto minuman beralkohol di bawah mikroskop.

Minuman-minuman ini diteteskan dengan pipet, lalu melewati proses kristalisasi yang berlangsung selama tiga minggu.



Zat gula dan asam dalam minuman membentuk kristal beraneka warna yang berbeda satu sama lain. Bahkan satu jenis minuman dapat menghasilkan formasi kristal yang berbeda.

Percobaan ini dilakukan di laboratorium Florida State University. Idenya datang dari seorang ahli kimia yang berencana menjual gambar-gambar ini untuk menggalang donasi bagi laboratoriumnya. Tidak ada perangkat khusus yang digunakan dalam percobaan ini, hanya mikroskop biasa dengan cahaya alami yang masuk dalam slide mikroskop.



“Apa yang Anda lihat dalam gambar ialah pembesaran gambar dari zat karbohidrat dalam minuman yang mengkristal dan berubah menjadi gula dan glukosa,” papar Lester Hutt dari Bevshots, perusahaan yang mendukung eksperimen ini.

“Gambar ini diambil setelah tetesan dari minuman dikeringkan selama tiga minggu, lalu kembali diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 1000 kali,” lanjutnya seperti dilansir Daily Mail.

Hutt menambahkan, salah satu jenis minuman yang terlihat paling indah saat difoto ialah cocktail. Minuman ini terdiri dari sari buah dan soft drink yang mengandung citric acid dan gula yang dapat mengering dengan baik. Bagi Hutt, eksperimen ini membuktikan bahwa fancy drinks semacam ini tidak hanya untuk menghilangkan rasa haus, tapi juga menjadi karya seni.

mau lihat foto-foto lebih lengkapnya? langsung tekapeeehh gan
   l



Spoilerfor Scotch:



Spoilerfor Tequila:



Spoilerfor Vodka:



Spoilerfor Whiskey:



Spoilerfor White Russian:



Spoilerfor Chablis:



Spoilerfor Champagne:



Spoilerfor Daiquiri:



Spoilerfor Margarita:



Spoilerfor Pina Colada:



Spoilerfor Rose:



Spoilerfor Sake:




foto air diliat dari mikroskop.source

============================


Spoilerfor sperma:

foto sperma diliat dari mikroskop

============================


===========================


Spoilerfor Minuman BerSoda:



==========================


Spoilerfor air hujan:


buat nyang request nya gak ane tampilin maaf banget ye gan  lagian request nya ada ciu, air tuwak, alkohol oplosan campur bodrek lah, cendol, bajigur lah   google pun nyerah gan