Serba Serbi Setting Karburator | Waktu Hujan kok Motor Malah enak, Kenapa yak?



Ini cuman coretan iseng aja sebelum bobo tadi malem. Sekedar cuplikan diskusi dari sebuah pertanyaan sederhana yang dilemparkan seorang member forum FU di facebook. Bunyinya begini:
“Achmadd Mujahidd:
numpang share nih brooot .
Tadi kan ane ujan ujanan ke kampus, kok motornya enak banget larinya yah ?
Padahal motornya lagi gak sehat broott ?
Hampir aja tadi lupa ngerem keenakan ngebut wkwkwk
Untung gak kpleset”
Like • • Unfollow Post • 3 hours ago via mobile
Mayan rame juga lhoo komen-komenannya, pada dasarnya rata2 sepakat ini soal settingan karburator, yang terkoreksi sendiri karena faktor lingkungan / cuaca. Tapi toh masih banyak juga komenan yang gak sependapat. Kenapa di motor TS ini setingan karbu malah jadi enak waktu ujan?
Berarti setingan karbu tadinya sebenernya cenderung:
A. Kekeringan (miskin)?
atau
B. Kebasahan (kaya)?
———
Hehe, seru juga. Sayapun turut nimbrung urun komentar. Berikut ini saya kopikan tanggapan saya waktu itu, saya rapikan lg sedikit disini biar lebih enak dibaca.
MY RESPON:
Nambahin penjelasan ah siapa tau dapet hadiah..:D
mudah2an pertanyaan brader Achmadd Mujahidd bisa lebih terjawab.
Jadi begini, sumber misterinya dari kasus begini simpelnya karena ‘perubahan kandungan oksigen (O2) diudara’ yang efeknya mempengaruhi setingan karbu (AFR). Kalo brader masih ada yg belum paham tentang AFR silahkan baca baca sendiri aja di google. Atau bisa juga baca di artikel ini : memahami cara kerja karburator motor untuk pemula
Logika dasarnya :
-Semakin padat molekul oksigen diudara, AFR jadi lebih miskin (kering)
-Semakin sedikit molekul oksigen diudara, AFR jadi lebih kaya (basah)

Tiga faktor yg mempengaruhi :
a. SUHU udara. Semakin panas udara, semakin tipis/sedikit oksigen
b. KETINGGIAN lokasi (atitude /dihitung dari permukaan laut). Semakin tinggi lokasi= semakin tipis oksigen.
c. KELEMBABAN (kandungan air di udara). Semakin lembab = semakin dikit oksigen (O2), karena terkontaminasi unsur air (H2O)
Dikasus brader Achmad ini yg motor malah jadi enak waktu kondisi hujan, sepertinya karena faktor C, Kelembaban udara.
Saat hujan kan udara lembab, molekul oksigen yg bisa diserap karbu saat itu jadi lebih sedikit dari biasanya karena banyak kandungan air di udara. Nah kemungkinan setingan karbu bro achmad ini awalnya cenderung terlalu KERING (kebanyakan udara). Sehingga kurangnya pasokan oksigen saat kondisi hujan malah bikin AFR jadi lebih ideal dari sebelumnya. Bukannya jadi brebet, lha motor malah jadi enakan  . Lain halnya kalo setingan awalnya sudah ideal atau sudah kaya, dikasi ujan-ujanan ya jadi blebek karena AFR jadi makin basah akibat suplai udara berkurang.
Tapi diskusi belum selesai sampai disitu, seorang kawan lain melontarkan pertanyaan susulan yang juga menarik. Saya tafsirkan begini:
“Lho katanya di Faktor A, kalo udara DINGIN membuat partikel oksigen di udara lebih rapat/padat. Nah, kalo hujan udah pasti dingin kann. Mestinya setingan karbu berubah jadi lebih KERING dong, kan oksigen jadi lebih padat?
Kok waktu ujan setingan karbu malah jadi lebih basah ? “
Nahhh..disinilah tricky-nya..:D
Jadi memang harus dibedakan antara kondisi cuaca dingin vs cuaca Hujan.
Kalo udara dingin tapi kering (gak lembab), faktor A iya berlaku. Setingan karbu akan lebih kering karena partikel oksigen padat diudara.
Tapi pada saat HUJAN jadi lain ceritanya walo saat itu suhunya dingin.
Bisa dibilang kondisi Hujan ini adalah kondisi khusus. Saat kondisi hujan, faktor C (kelembaban udara) lebih berperan karena partikel air sangat dominan diudara. Komposisi mixture (AFR) cenderung lebih basah (kaya) dari biasanya karena oksigen yang bisa dicampur jadi berkurang walo debit udara yang masuk ke karbu volumenya sama.
Prakteknya, antara faktor A, B, dan C memang jarang berdiri sendiri-sendiri. Kondisi-kondisi lingkungan tersebut seringkali terjadi berbarengan, misalnya ya tadi, Dingin sekaligus hujan, padahal efeknya bertentangan. Atau misalnya lingkungan didaerah pegunugnan (puncak); cuaca dingin + lokasi tingi diatas permukaan laut. Dingin = oksigen padat, tapi tempat tinggi = oksigen seharusnya lebih tipis. Belum lagi kalo ditambah hujan pula. Makin pusing dah tuh nyeting karbunya…hahaha.
Jadi memang pasti akan ada ‘kompromi’ dari kombinasi berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi setingan karbu. Untuk pemakaian motor harian seperti kita-kita ini sih sebenarnya gak terlalu masalah. Yang penting tidak over kering atau over basah, cukuplah. Tapi bagi para tuner dan pembalap di trek? hmmm bisa jadi bikin mumet itu. hehe.
Kesimpulan: Take home lesson for daily rider (khususnya pengguna PE28 dan semacamnya)
Jika -dan hanya jika- setingan karbu emang udah enak alias ideal dari awalnya, silahkan lakukan penyesuaian Setting Karburator seperlunya (kalau dibutuhkan) saat menemui kondisi berikut ini:
  • Suhu udara panas (oksigen tipis): tambah udara untuk mengimbanginya. Buka air screw kekiri 1/4 – 1/2 puteran mungkin cukup.
  • Suhu Dingin -tapi gak ujan ya- (oksigen padat): Sebaliknya dari yg diatas, basahin lagi setingan karbu untuk menyesuaikan. Kurangi suplai udara dengan menutup airscrew ke kanan 1/4 – 1/2 puteran.
  • Turing ke dataran tinggi (oksigen tipis, itu jg kalo cerah ya cuacanya :D), setingan bisa dikeringin lagi. Caranya kurangi pasokan bensin dengan turun PJ/MJ 1 step, atau kalau emang memadai bisa cukup tambah udara dgn membuka aircrew ke kiri
  • Bagaimana kalo ujan ? Nahhh kalo ini pasrah aja lah..Masa ditengah jalan keujanan malah sibuk nyeting karbu..hehe. Mending menepi , cari warung pesen kopi panas sambil ngudud, lebih uenakkk..hahaha. Kecuali kalo lagi wet race alias balapan ujan ujanan…ya monggo aja seting ulang karbu, keringin lagi. Turunin pj/mj atau buka lagi setelan angin /aircsrew.
Have a nice riding,

Modifikasi Noken As Double IN di Satria FU Standar| Trik Sederhana, Hasil Membahana

Noken As, alias Camshaft, alias Kem, alias Poros Bubungan. Istilah otomotif ini rasanya sudah tak asing lagi di telinga pemirsa, apalagi untuk kalangan rider roda dua yang doyan modifikasi mesin tunggangannya. Peranti vital dalam mekanisme kerja mesin empat langkah ini bahkan sering diklaim sebagai “Kuncian Utama Penentu Performa Mesin 4tak”. Wuihh…keren banget ya mahluk bernama ‘noken as’ ini, hehe.
PENGERTIAN DASAR NOKEN AS
Untuk sebagian kalangan rider yang masih baru mengenal permotoran pasti bertanya, Sebenernya apa sih Noken As itu? kok bisa sampai diberikan tempat seterhormat itu dalam seni modifikasi performa mesin 4 tak?
Hmm..disinilah masalahnya. hehe. Terus terang saja, walau sudah banyak ulasan dan penjelasan dimana-mana seputar noken as (entah itu di tabloid, internet, ataupun obrolan teman) tetap saja bukan perkara gampang memahami part yang satu ini. Setidaknya itu yang saya rasakan, entah karena memang saya yang dasarnya awam atau mungkin emang lemot, yg jelas terasa susah sekali otak ini mencerna penjelasan tentang noken as dibanding part motor lainnya. Desain dan mekanismenya kompleks, aplikasi dan implikasinya juga ruwet bin njelimet karena terkait erat dengan mekanisme mesin yang lain. Ilmu noken as ini sangat technical sehingga bikin malas mempelajarinya, akhirnya nyerah dan cukup puas dengan mengetahui basic kerjanya saja, selebihnya biar mekanik beneran aja deh yang ngurusin soal noken as ini. hehehe. Puyeng pemirsa :D. Ane tau ngegas enak aja dah..haha.
Untuk basicnya, penjelasan sederhana dari dua sumber terpercaya berikut ini rasanya cukup sebagai pengantar:
Pengertian Noken As menurut Wikipedia :
“Poros bubungan (bahasa Inggris: camshaft) adalah sebuah alat yang digunakan dalam mesin torak untuk menjalankan valve poppet. Dia terdiri dari batangan silinder. Cam membuka katup (Klep) dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika mereka berputar”

Pengertian Noken As menurut buku Modern Engine Tuning by A. Graham Bell:

“A Camshaft is a simple device designed to open and close the inlet and exhaust valves in harmony with movement of the piston within the cylinder”
Artinya : “Noken As adalah alat sederhana yang didesain untuk membuka dan menutup Klep Masuk dan Klep Buang supaya selaras dengan gerakan Piston didalam silinder”
Begitulah pemirsa, peran Noken As menjadi sangat penting karena merupakan otak utama yang mengatur Buka Tutup Klep yang notabene adalah gerbang masuk dan keluar pasokan bahan baku tenaga motor. Dari sinilah lalu ‘beranak’ lagi istilah-istilah seputar noken as seperti Durasi, Lift, Lobe Center, LSA, Overlap, Kompresi Dinamis, Profil Kem, Clearance, Ramp, Base Circle, Flank, Nose, dll yang pastinya bakal bikin kepala kita pening untuk memahami semuanya :D. Pemirsa dapat googling dan mencari referensi sendiri yang banyak tersedia diluar sana bila ingin mempelajari lebih dalam soal ilmu noken as ini.
KEM IN IN (DOUBLE IN), THE LUXURY OF DOHC ENGINE
Ngemeng ngemeng soal noken as atau kem, baru saja kemarin saya mendapati obrolan hangat di forum diskusi para FU-ers yang membahas aplikasi KEM IN IN di satria FU. Apa sih Kem IN-IN atau double IN itu? Simpelnya saja, pada mesin DOHC (Double Over Head Camshaft) seperti satria FU terdapat dua batangan noken as, yaitu 1 batangan KEM IN dan 1 batangan KEM EX.
Noken As yang satu disebut KEM IN karena hanya berfungsi mengatur buka tutup klep masuk
Noken As yang satu lagi disebut KEM EX atau Kem OUT karena hanya berfungsi mengatur buka tutup klep buang
Nah, pada beberapa waktu belakangan ini muncul trend baru pada modifikasi mesin satria FU yang menerapkan aplikasi cukup nyeleneh, yaitu dengan mengganti pasangan default KEM IN – KEM EX menjadi KEM IN – KEM IN. Artinya batangan kem EX dilengserkan dan digantikan tempatnya oleh batangan KEM IN juga. Sehingga disebut KEM Double IN. Cara ini sekarang mulai populer diaplikasikan oleh para FUers untuk mendapatkan performa yang lebih beringas dari standarnya. Secara ekonomis, trik kem double in standar juga lebih murah dibandingkan harga sepasang KEM Racing Aftermarket ataupun biaya jasa memprofil ulang KEM IN EX standar.
Banyak yang mengatakan, bahwa trik kem IN IN ini sebetulnya bukan barang baru. Konon, sudah sejak lama banyak tuner tanah air yang mengaplikasikan trik ini di satria FU pada khususnya atau mesin DOHC pada umumnya. Namun mungkin karena dulu populasi Satria FU dan gemerlap modifikasinya belum segegap gempita seperti sekarang, sehingga trik kem In In ini kurang terekspos. Bahkan menjadi semacam Jurus Rahasia karena diterapkan sebatas pribadi dan hanya sedikit orang yang mendengarnya. Di kalangan komunitas FU sendiri, trik kem double IN ini baru mencuat kepermukaan dikisaran tahun 2011 ketika saat itu Satria Den Bagus 30 DK milik bro Wildan Zuhdi dipublikasikan menggunakan KEM In-In, setelah itu kemudian semakin ramai diperbincangkan dan dicoba diterapkan oleh banyak FU rider lainnya. FU lain selain den bagus yang pernah saya ulas diblog ini yang juga memakai KEM double IN adalah si Jago Merah nya bro Frido dari Jogjakarta.

MODIFIKASI NOKEN AS SATRIA FU DOUBLE IN, TUTORIAL BY BRO CHANDRA ADRIAN

Walau sudah lama dan lumrah diketahui keberadaan trik kem IN IN ini, pada prakteknya tetap saja tak semudah yang dibayangkan. Tak banyak rider FU yang berani gegabah mencoba mengaplikasikan trik ini di satria FU nya. Termasuk saya sendiri juga belum pernah menjajalnya di FU saya, mengingat resikonya cukup besar apabila bukan ahlinya yang megang, hehe.
Beruntung, seorang kawan dunia maya yang saya kenal melalui forum group SSFC di facebook -namanya brader Chandra Adrian-, datang memberi pencerahan. Bro chandra ini adalah seorang FUers dari Kota Palu yang juga berprofesi sebagai mekanik dan tuner jempolan. Dengan senang hati, ia sudi membagi ilmu dan pengalamannya untuk para FU rider yang ingin menerapkan Kem IN-IN di tunggangannya. Atas izin bro chandra, berikut ini saya tampilkan step by step Tutorialnya untuk anda semua pemirsa satria155.com
Enjoy…

TUTORIAL PEMASANGAN KEM DOUBLE IN DI SATRIA FU STANDAR
Courtesy of bro Chandra Adrian

Pemasangan Noken As in in konon akan membuat napas dan power motor anda bertambah. Namun kendala yang sering dialami adalah bagaimana cara memasangnya?? hehehe…Berikut ini adalah teknik pemasangannya :
Top Timing KEM Satria FU
Gambar di atas adalah pasangan standar noken dimana pada gigi timing EX garis penunjuk angka 1 akan sejajar dengan blok, penunjuk angka 2 akan ke atas, dan jarak antara penunjuk angka 2 timing EX dan penunjuk angka 3 pada gigi timing IN berjarak 16 mata.
Top Kem IN - EX Standar
Setelah Noken Standar dipasang seperti gambar diatas, langkah selanjutnya adalah dengan melepas noken EX dengan tidak merubah posisi rantai timing di noken IN. Kemudian pasang gigi timing ex yg baru (noken IN yang untuk EX) dengan posisi gigi timing dan noken sebagai berikut: (Ubahan ini menggunakan lobang aslinya jadi gak bikin lobang baru di gigi timing)
Kem IN untuk di posisi EX
Setelah terpasang gigi timing di noken IN dengan posisi seperti gambar diatas, lalu pasang noken IN tersebut di posisi EX yang baru dengan posisi seperti gambar dibawah ini:
Kem IN - IN 18 Mata
Keterangan :
  • Jarak antara penunjuk 3 noken in dan penunjuk 1 noken ex adalah 18 mata
  • Teknik pemasangan selain yg d bahas adalah seperti biasanya
  • Semua posisi d atas adalah dalam posisi top
  • Shim udah d setting terlebih dahulu
Anda tak kan pernah tau bagaimana rasanya jika anda tak mencobanya, hehe
Selamat Mencoba…..
Testimoni pribadi dari bro Chandra soal efek pemakaian Kem In In di satria FU racikannya:
“Selama make beberapa puluh jam terakhir, nafas motor d rpm tengah jadi makin padet, napas motor d rpm tinggi jd lebih jalan dan bertenaga….”
———-
Hmmm…bagaimana pemirsa, anda tertarik mencobanya?
Jika merasa kurang jelas dengan penjelasan diatas, silahkan konsultasi langsung dengan bro Chandra di link Facebooknya DISINI. O iya, selain jago seting noken as, bro Chandra ini juga recommended seller dan tuner untuk berbagai jamu dan doping satria FU, hehe. Mau paket bore up? stroke up? atau standard ngacir? Beresss…brader yang satu ini tau betul kebutuhan batin para FU mania,,,hehehe..lha wong doi juga FU holic kok..:D
Semoga bermanfaat,

Tips Menghitung Rasio Kompresi Satria FU Setelah Lepas Paking |Tanpa Buret !

Tadi malam, saat sedang menyusun draft untuk next artikel, tiba tiba saja teringat pada salah satu diskusi di group facebook fuers yang membahas hitung-hitungan Rasio Kompresi satria FU. TSnya (thread starter) saat itu adalah bro Chandra Adrian (itu lho..yang kemarin sharing disini juga soal Tutorial Kem IN-IN Satria FU). Merasa topik itu bermanfaat dan perlu diketahui khalayak lebih luas, sayapun mencoba mencari arsip postingannya. Namun karena sudah terlalu lama dan tertimbun postingan lain, gak ketemu juga tuh trit.
Tak lantas menyerah, sekalian saja saya pun mengontak langsung bro Chandra. Gayung bersambut, bro chandra ternyata mengiyakan dan mau menulis ulang lagi postingan itu. Tak menunggu lama, tadi pagi pun ia sudah mensharenya di facebook. Dan berikut inilah saya sharing lagi disini untuk anda semua pemirsa satria155.com.
RCNB.
Untuk pemirsa yang belum begitu paham tentang pengertian Rasio Kompresi dan berbagai istilahnya, silahkan baca dulu Artikel yang saya tulis tentang KONSEP DASAR RASIO KOMPRESI STATIS, DINAMIS, DAN HUBUNGANNYA DENGAN OKTAN BBM
Semoga bermanfaat.
Satria155
—————-
MENGHITUNG RASIO KOMPRESI (RC) TANPA MENGGUNAKAN BURET
by Chandra Adrian

Pada motor standar yg belum mengalami perubahan stroke, ruang bakar dan paking, serta papas blok tentu Rasio kompresi (RC) std secara teori adalah 10.2 dengan stroke 48.8 dan diameter piston 62 mm. Nah pada saat kita membutuhkan tenaga yg lebih pada satria fu kita, maka salah satu yg bisa kita lakukan adalah mempertinggi kompresi. Dengan mempertinggi kompresi maka efisiensi pembakaran akan meningkat. Ujung2nya tentu akselerasi dan tenaga motor anda akan bertambah,,,
Mempertinggi kompresi dapat dilakukan dengan berbagai cara, cara yg paling mudah adalah dengan mencabut paking kop yg aslinya 3 lembar menjadi 1 atau 2 lembar saja. Namun mempertinggi kompresi ini jg berpengaruh dengan batasan bahan bakar yg akan kita pakai, makin tinggi rasio kompresi maka akan d butuhkan bahan bakar yg kualitasnya (oktan) makin tinggi. misal RC d bawah 10 dianjurkan untuk minum premium, 10-12 pertamax, dst saya juga ga tau pasti wkwkwk
Berikut ini adalah cara untuk menghitung kompresi setelah anda melakukan perubahan kegiatan cabut paking tanpa melakukan buret,,,
Seperti yg kita ketahui
Rc= (V1+V2) / V2
dengan
V1 =CC motor
V2=volume ruang bakar
Langkah pertama adalah menghitung volume ruang bakar:
RC=(V1+V2) / V2
RC=(V1/V2) + (V2/V2)
RC=V1/V2 + 1
RC-1= V1/V2
V2=V1/(RC-1)
Seperti yg kita tau
V1=phi x diameter piston x diameter piston x 0.25 x stroke
V1=3.14×6.20×6.20×0.25×48.8
V1=147.256
maka
V2=V1/(RC-1)
V2=147.256 / 10.2-1
V2=147.256 / 9.2
V2=16.006 CC
Berapa kompresi satria FU setelah copot paking?
Anggap paking 1 lbr adalah 0,3 mm atw 0,03 cm
maka volume untuk 1 lembar paking adalah
VP=phi x 6.2 x 6.2 x 0.25 x 0.03
VP=0.9053 CC
untuk 2 lembar paking
VP=phi x 6.2 x 6.2 x 0.25 x 0.06
VP=1.8106 CC
Jadi untuk yg cabut 1 lembar paking (2 lembar tersisa) maka RC nya adalah
RC=V1+V2 / V2
Rc=(147.256+(16.006-0.9053)) / (16.006-0.9053)
RC=147.256+15.1007 /15.1007
RC=10.75
Untuk yg cabut 2 lembar paking (1 lbr tersisa) maka RC nya adalah
RC=V1+V2 / V2
Rc=(147.256+(16.006-1.8106)) / (16.006-1.8106)
RC=147.256+14.1954 / 14.1954
RC=11.37
Maap jika keliru, corat coret ngawur sebelum tidur…
CMIIW

Bedah Kuncian Den Bagus Tembus 7,9 Detik | Satria FU Harian Performa Buntungan

Bedah Kuncian Den Bagus Tembus 7,9 Detik | Satria FU Harian Performa Buntungan

 

Di kalangan komunitas motor Satria FU tanah air, terutama yang aktif di komunitas group facebook ssfc (forum diskusi fu terbesar di indonesia dengan member >16.000 ), pasti sudah tak asing lagi dengan nama Satria FU Den Bagus. Ya, den bagus adalah nama fu harian 200cc milik bro wildan Zuhdi, FU rider dari pulau Bangka Belitung yang tenar dengan sebutan Satria FU 30DK (Daya Kuda alias HP – Horse Power). Nama Satria FU den bagus mulai melambung di tahun 2011 saat Power 30 HP yang diracik oleh tangan dingin Mas Londo terekspos media (sekarang nama workshopnya LONDO TECH GARAGE). Mulai dari menjadi headline di tabloid Otoplus, disusul liputan lain di beberapa media cetak nasional lain seperti Motorplus dan Otomotif. Dan kini dua tahun berlalu, popularitas den bagus dikalangan anak Satria FU bukannya surut, malahan makin menanjak terutama di jejaring sosial facebook.
Satria FU Den Bagus 200cc
Satria FU nyentrik yang satu ini dikenal tak semata karena keunikan motor nya saja, namun juga berkat sepak terjang sang empu yang begitu aktif dalam pergaulan FU mania dunia maya. Bro Wildan zuhdi yang seorang abdi negara (PNS) di Dinas Kehutanan Bangka Belitung ini memang seperti tak kenal lelah dalam berbagi dan meladeni setiap pertanyaan dari ratusan bahkan ribuan fans den bagus di facebook. Hampir semua detail yang sudah dan sedang diterapkannya di den bagus pasti dishare di dunia maya. Determinasi luar biasa yang bahkan bikin saya geleng geleng kepala (kalo anda bisa membayangkan, menjawab hujan pertanyaan setiap hari baik itu via komentar, status, maupun japri di inbox/bbm/sms adalah kegiatan yang sangat melelahkan dan menyita waktu).
Hingga kini, tak terhitung sudah berapa banyak tips, trik, dan rekomendasi yang dibagi bagikan gratis oleh empu den bagus untuk para followersnya. Termasuk kali ini, di satria155.com. Bro Wildan Zuhdi dengan sukarela membuka tabir rahasia dibalik kesuksesan den bagus merebut titel Juara 1 di ajang Djarum Black Drag Bike Belitung awal Juli 2013 kemarin. Berbekal restu dari suhunya : mas Londo, dan berkolaborasi dengan team Uni Racing dari bangka, Den Bagus menantang peruntungan dengan turun dikelas para raja (FFA 250 4tak) walo dengan modal amunisi seadanya. Spek 200cc, rasio standar edit 5-6 saja, dan rangka serta body standar. Toh diluar dugaan, ia malah sukses mencetak waktu tercepat 7,9 detik dilintasan lurus 201 meter tersebut, mengungguli kontestan-kontestan lain yang sebetulnya memiliki spek lebih mentereng.
Den Bagus Drag
Video Satria FU Den Bagus @Djarum Black Drag Bike Belitung Cup 2013, Best Time 7,9 detik. Joki: Endot Baday

Bestime 7,9
Menilik catatan waktu 7,9 detik yang ditorehkan den bagus, mungkin banyak yang bilang bukan capaian yang “wah banget’ didunia drag tanah air. Memang tidak sedikit rekor time 201 yang lebih mentereng dari itu (7,3 detik rekor Satria FU 200cc saat ini dari tim Kolor Ijo). Namun sisi unik den bagus jadi menonjol diantara Satria FU kencang lain karena pada dasarnya motor ini adalah motor harian, bukan motor gantungan atau buntungan. Den bagus adalah kendaraan dinas yang diandalkan tuannya sehari-hari untuk ngantor, jalan jalan, kopdar, touring antar kota, bahkan dibawa mudik dari bangka ke kampung halamannya di bumiayu Jateng. Tentu, untuk keperluan turun drag ada beberapa penyesuaian spek supaya bisa bersaing di arena adu kebut 201. Tapi basic speknya tetap sama seperti yang biasa dipakai empunya sehari-hari. Konfigurasi stroke/bore yg sama (200cc , piston 68, stroke up 3mm), Rangka standar yg sama, rasio gear yang sama, Karbu yang itu juga, Head, Porting, Klep, dan Kem juga tak berubah dari kondisi hariannya.
Penampilan Den Bagus Sehari-Hari
Satria FU Harian Tenaga Buntungan
Den Bagus Harian
Lalu apa sih kuncian rahasia yang diterapkan untuk menyulap den bagus dari FU harian serbaguna menjadi FU Kompetisi yang mumpuni bertarung di ajang karapan 201m ??
Simak buka-bukaan spek den bagus berikut ini, yang saya rangkum dari obrolan panjang lebar dengan sang empu, bro Wildan Zuhdi. Khusus untuk anda, pemirsa setia satria155.com
PENGAPIAN
Untuk keperluan balap, den bagus melengserkan magnet standar papasan 800gr nya. Mengadopsi sistem pengapian total loss yang didesain khusus supaya bisa bersaing dikompetisi karapan 201 meter. Bukan total loss sembarang total loss, karena Den bagus mengaplikasi satu set rotor magnet spesial rancangan JBX Speed. Rotor sakti ini dirancang khusus oleh JBX Speed lengkap sepaket dengan Pulser Megapro dan CDI REXTOR LE yang sudah di re-mapping for Race Only. Karena memang penerapan rotor pengganti magnet ini membutuhkan setingan timing pengapian yang berbeda dari kurva pengapian dengan magnet standar.
Pengapian Total Loss Den Bagus
Duet Maut Pengapian Den Bagus
Rotor Den Bagus
Sementara untuk pemakaian sehari-harinya, satria den bagus tetap mengandalkan CDI Rextor ProDrag, namun dengan timing pengapian tertinggi atau top timing hanya dipatok di 25″ sebelum TMA. Sedangkan untuk keperluan drag ini, setingan CDI Rextor LE diset jauh lebih tinggi di top timing 39″ sebelum TMA.
Berikut ini kutipan penjelasan Bro Wildan soal efek rotor baru yang dipakainya untuk balap:
  • Ukuran rotor mirip dgn magnet motor SE (Special Engine), sehingga karakter yg dibentukpun mirip dgn motor SE, apalagi dikombinasi dgn Karbu PWK35 Air Striker yg memang aslinya karbu punya motor SE Honda CR150. Samberan api di busi match dgn semburan karbu Pwk35 ini yg memberikan akselerasi tanpa kompromi.
  • Posisi rotor yg lebih dekat dgn kruk as menciptakan kestabilan putaran mesin dari bawah hingga atas. Kita tak perlu merasa khawatir kehilangan moment puntir, karena kestabilan rpm mesin ini akan memberikan powerband yang sangat luas bagi mesin dari 2rb rpm hingga menyentuh limit di 16rb rpm tanpa takut floating karena mesin berputar begitu ringan tanpa hambatan yg berarti.
  • Dalam hal ini, torsi mesin yg meledak-ledak di rpm tertentu telah dikalahkan oleh kestabilan rpm mesin ditunjang oleh powerband yg luas.
SETINGAN KOMPRESI
Untuk keperluan drag, tak ada yang berubah pada konfigurasi mesin 200cc satria fu den bagus. Tetap mengandalkan stroke up ‘kecil-kecilan’ dengan menggeser big end standar sejauh 3mm lebih dekat ke tepi daun kruk as. Sehingga langkah piston atau ‘stroke’ meningkat 6mm dari 48,8mm menjadi 54,8mm. Setang piston masih dipercayakan pada stang Scorpio. Begitu juga dengan palu godam penggebuk kompresi, masih ahlul yakin dengan Piston Kawasaki Boss oversize 300 (68mm) yang memang sehari-hari digunakannya. Bahkan bisa dibilang konfigurasi Bore Up dan Stroke Up ini adalah spek pasaran yang lumrah dipakai anak-anak FU.
Namun untuk mencapai hasil maksimal, rasio kompresi kudu ditata ulang. Untuk ini, den bagus tak mau main papas blok atau tambal sulam kubah head. Bahkan paking head tembaganya tetap dibiarkan 0,4mm sesuai setingan harian. Namun den bagus memilih bermain di penyesuaian ‘deck clearance’ melalui pengaturan papasan piston dan modif profil kepala piston untuk mengatrol kompresi. Profil kepala piston kawasaki boss 68 yang tadinya flat atau rata dimodif manual ala ‘anak kost racing’ menjadi jenong 1mm. Jarak antara bibir piston dan bibir blok diset hanya 0,3 mm. Sehingga posisi kepala piston pun nongol diatas bibir blok setinggi 0,7mm. Dengan penyesuaian ini, rasio kompresi statis didapat diangka 13,5 : 1. Lebih tinggi dari setingan kompresi hariannya (yg sebetulnya jg udah tinggi sekalee) yaitu 12:1. Untuk turun balapan pake bbm bensol, tapi sehari-harinya cukup pertamax, atau premium + norival titanium.
Piston Lama vs Piston Baru, Kawak Boss ‘special design’ by den bagus.
Piston Kawasaki Boss Satria FU
Kutipan penjelasan dari bro Wildan Z. :
Piston kawasaki boss Before & After di modifikasi.
Tujuan modifikasi piston:
- Memperingan bobot piston, sehingga mesin lebih ringan berputar. Efisiensi mekanis meningkat.
- Mengurangi gaya gesek piston terhadap liner
- Tambahan lobang 2 biji sebagai jalur pelumasan tambahan sehingga piston lebih adem.
Modif piston kawak boss 68mm ala den bagus.
Piston Jenong Kawak Boss
Bekas coakan pisau bubut dirapikan lagi sehingga halus dan landai, sebisa mungkin menghilangkan sudut sudut mati yang berpotensi memicu ‘micro ignition’. Karena sudut-sudut mati diruang bakar (salah satunya diarea kepala piston) bila dibiarkan bisa jadi ‘sarang’ berkumpulnya sisa kerak pembakaran. Yang bila terakumulasi lama kelamaan bisa jadi ‘heat spot’ atau titik-titik pemancar panas yang merugikan, mengacaukan skema pembakaran dan memicu pre-ignition.
Deck clearance 0,3 mm. Profil jenong nongol 0,7mm. Coakan klep sedalam 5mm.
Deck Clearance Race Only
KOPLING
Sektor pemindah daya menjadi salah satu aspek sangat penting dalam urusan adu kebut. Karena power sebesar apapun bisa jadi mubazir hanya bergulung di kruk as, tak tersalur sempurna ke gigi transmisi akibat kinerja kopling yang ‘seadanya’. Apalagi di arena karapan 201 meter, setiap sepersekian detik momen perpindahan gigi adalah pertaruhan krusial yang menentukan catatan waktu.
Dalam soal perkoplingan ini, den bagus sebetulnya sudah mumpuni berkat bekal kanvas kopling 6 lembar yang sudah dibenamkan Mas Londo dari awal den bagus dibangun di Jogja dulu. Sebagai sentuhan akhir, bro wildan kemudian menambahkan substitusi per kopling Ninja menggantikan per kopling smash yang biasa ia gunakan untuk harian. Untuk keperluan balap, per kopling Ninja terbukti lebih responsif dan sempurna dalam merespon penyaluran power di setiap momen perpindahan gigi.
Per kopling Ninja, Lebih nampol buat balap
Per Kopling Ninja
Berikut kutipan penjelasan den bagus tentang kenapa ia memilih per kopling ninja untuk balap kemarin
“Kerja Kopling menentukan berapa time motor kita. Mesin dengan power besar, sia-sia rasanya jika tidak didukung oleh kerja kopling yg baik.
Kopling yg baik tidak menyebabkan selip, harga murah serta awet dan nyaman (gak terlalu keras).
Dalam 3 event dragbike, Den bagus menggunakan 3 per kopling yg berbeda yaitu per standar, per smash dan per ninja.
Namun ketiga race itu tetap menggunakan kampas kopling FU 6 lembar bkinan mas Londo.
Untuk keperluan race, per kopling yg dipake di race terakhir menjadi pilihan yg terbaik buat FU200 30Hp di trek 201m.
Tidak ada gejala selip sama sekali namun masih dalam toleransi kekerasannya.
Memang butuh 2 jari untuk menekan tuas kopling, tidak seperti per sebelumnya yg bisa tekan dgn satu jari.
Tapi menurut saya masih nyaman buat dipake balap…”
SPEK LAMA TETAP JADI ANDALAN
Menilik spek lengkap den bagus, untuk kondisi pemakaian harian saja memang sudah tergolong ‘wah’. Power bawaanya yang berkisar 27-30 DK sudah mencukupi sebagai modal awal untuk turun di lintasan balap. Mas Londo selaku tuner alias man behind the machine den bagus sedari awal sudah membekali den bagus dengan berbagai amunisi jempolan. Portingan, Noken As, Klep, Kruk as, Karbu, CDI, Knalpot, Per Klep, dan detail detail lain yang tertanam di den bagus sudah masuk kategori high performance design. Silahkan anda baca lagi riwayat spek den bagus
Tiga perubahan spek yang disebutkan dipoint atas adalah peluru tambahan sebagai penyempurna amunisi lama yang sudah ada. Dan memang perpaduan ini terbukti berhasil memangkas waktu 0,5 detik dari catatan waktu den bagus sebelumnya. Untuk yang belum tahu, dengan spek lamanya tahun lalu den bagus pernah juga mencicipi kerasnya kompetisi drag tanah jawa, saat itu di event Tegal ia menorehkan waktu 8,3 detik dibawah kendali joki papan atas; Eko Chodok.
Den bagus feat eko chodox
den bagus at tegal
Apa saja sih spek andalan lain milik den bagus ini? Mari kita coba intip jeroan gudang pelurunya satu persatu …:
NOKEN AS IN -IN + BEARING
Gebrakan fenomenal ala Suhu Londo di sektor Noken As den bagus. Noken As Twin IN yang dipakai denbagus disempurnakan mekanisme kerjanya dengan penambahan roller bearing sehingga meminimimalkan friksi/gesekan saat kem berputar. Efisiensi mekanis meningkat karena putaran kem lebih lancar dan enteng. Jalur oli di cangkang / camshaft holder turut dimodif untuk menyesuaikan penambahan roller dan mensuplai pelumasan yang lebih maksimal di area noken as.
Kem IN IN dengan Bearing
Camshaft DOHC with Bearing, created by ‘Londo Tech Garage’. Durasi camshaft IN 30-70, durasi camshaft ‘EX’ 70-30 dengan lift 7,8mm.
Camshaft DOHC with Bearing
Camshaft Bearing Design
Catatan bro Wildan Zuhdi tentang aplikasi roller bearing di camshaft den bagus:
Dari hasil analisa saya terhadap aplikasi cam FU with bearing, didapat beberapa kesimpulan:
1. Torsi & Power mesin bergeser ke rpm yang lebih rendah.
Torsi sebelumnya berada di 7rb rpm dengan 21,5 Nm, bergeser ke 6rb rpm menjadi 21,7 Nm. Ini angka yang sangat baik mengingat kondisi laher kruk as belum diganti sejak pertama kali tahun 2011. Kondisi laher sudah oblak tapi torsi malah naik.
Begitu juga peak power sebelumnya 27,1Hp yang berada di 10rb rpm bergeser ke 9rb rpm dengan 26,6 Hp.
Terjadi penurunan angka power dikarenakan laher kruk as dan setang seher sudah aus krn sdh berumur 1,5 tahun. Btw penurunan angka power 0,5Hp slama 1,5 tahun bukanlah angka yg jelek, semua motor yg sudah berusia diatas 1,5 tahun pasti mengalami penurunan power.
Dan perlu diketahui bahwa raihan time angka Den bagus yg 8,3 detik dgn joki Eko Chodok adalah power yg 26,6Hp.
Lalu berapa power Den bagus yg time nya 7,9 detik? Saya belum tau karena di Pulau Bangka gak ada alat dynotest.

2. Akselerasi mesin menjadi lebih cepat. Hal ini sesuai dengan pergeseran angka torsi mesin. Dan memang saya merasakan hal ini.

3. Putaran mesin lebih ringan sehingga jeting pun berbeda dengan yg non bearing. Ukuran jeting cam with bearing meminta lebih tinggi dari non bearing.
PORTING
Porting Polished Jalur In dan Ex, Lebar 29mm Tinggi 25mm (D Shape), Porting in bulet
Porting Head Den Bagus
Porting EX
porting polished
KLEP dan PER KLEP
Klep gambot 25-23 dengan modifikasi back cut valve, optimalkan flow campuran bahan bakar
Modifikasi Klep Satria FU
Per Klep Jepang ijo, Say No to Floating
Per Klep Jepang
KARBURATOR
PWK35 SUDCO with Airstrike. Karburator gambot venturi 35 yang dilengkapi sirip pemecah angin di moncong karbu. Membuat flow angin ke jalur main airbleed dan lorong venturi lebih fokus dan efisien.
Karbu PWK 35 airstrike
KANVAS KOPLING 6 LEMBAR
Standarnya satria FU memakai kanvas kopling 5 lembar. Sedangkan den bagus menggunakan 6 lembar kanvas kopling hasil kreasi Mas Londo. Rumah kopling dan center clutch (hub) dibubut masing 1,5 mm sehingga muat 6 lembar kanvas + 5 lembar plat kopling.
Modifikasi Kanvas Kopling 6 Lembar
Notes dari Bro Wildan Z:
Penambahan kampas & plat kopling 1 lembar mmbuat gaya gesek bertambah sehingga performa kopling makin mantap. Jadi kita gak perlu pake per yang terlalu keras sudah nyundul, begitu juga kampasnya cukup pake yang standar sudah oke, gak perlu kampas yang mahal.
Gear Rasio
Dalam dunia balap, gear ratio memegang peranan sangat penting yang menentukan efektivitas penyaluran tenaga mesin ke roda belakang. Di sektor ini, den bagus memang masih ‘nanggung’ karena belum mengaplikasi gear box full close ratio, toh hasil yang berbicara. Time 7,9 detik jadi buktinya.
Crankcase Den Bagus
Catatan bro Wildan Z:
Ukuran gear rasio std FU menjadikan setingan final gear menjadi setingan “Serba salah” bagi FU200 keatas.
Kenapa saya sebut demikian?
Karena dikasih ukuran final gear berat bawah nya enak tp atasnya gak jalan, dikasih ukuran ringan atasnya jalan tp bawahnya liar shingga nafasnya pendek2.
Ukuran gigi 5 dan 6 FU itu terlalu overdrive atau terlalu berat, bahkan dibanding gigi 5 dan 6 punya ninja rr sekalipun.
Cara terbaik untuk memperbaiki transmisi atau perpindahan gigi yg lebih nyundul serta sambung menyambung adalah dgn “menghitung ulang” gigi 5 dan 6.
Cukup gigi 5 dan 6 saja selebihnya tinggal atur ukuran final gear. Banyak sekali kombinasi ukuran gear rasio yg bisa dilakukan. Pengalaman Den bagus 7,9 detik yaitu dgn menurunkan angka gear rasio gigi 5 satu mata lalu gigi 6 diturunkan 2 mata. Jadinya gigi 5 pake hitungan 22-21, Gigi 6 23-20.
Selanjutnya ukuran final gear yg terbaik untuk power mesin FU 30 Hp untuk trek 201m adalah 15-41 start dgn gigi 2. Untuk kperluan turing pke ukuran 15-36 sdh cukup untuk menyalip motor sport 4T 250cc jarak 500m..”
KNALPOT
Terakhir, untuk sektor penyalur gas buang Den Bagus tetap pede dengan knalpot andalannya, WRX Oval Drag 200-250cc yang memang diriset khusus untuk mengoptimalkan power mesin satria fu bertenaga badak seperti den bagus.
Knalpot Drag WRX
Fiuhhhh pemirsa….akhirnya tuntas juga saya membeberkan isi dapur den bagus ditulisan ini. Gak beres semaleman nulisnya saking banyaknya isi gudang amunisi den bagus, hehe. Masih banyak sebetulnya perintilan lain yang nemplok di satria fu nyentrik ini, namun rasanya terlalu panjang kalau saya umbar semua disini.
Walau tak terlalu mendalam, mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi sumber referensi yang cukup bermanfaat bagi pemirsa yang penasaran dengan jeroan den bagus terkini. Jika ada informasi yang kurang jelas, sebaiknya ditanyakan langsung ke bro Wildan Zuhdi langsung di akun facebooknya DISINI.
Bagi pembaca yang ingin tahu riwayat perjalanan satria fu den bagus dari mulai standar sampai seperti sekarang, monggo baca kisah nostalgianya yang pernah saya tuliskan DISINI dan DISINI
Wasssalam,

Foto penutup.
Foto Narsis Satria FU Den bagus dan model cepotnya, hehe
Satria FU Den Bagus
Yang ini, the owner of Den Bagus. Bro Wildan Zuhdi si PNS Resing….hehe
Wildan Zuhdi

Share and Enjoy

Sumber : satria155.com

Tips Pertamax Murah Meriah ala “Ichy Spokewheellovers”

Tips Pertamax Murah Meriah ala “Ichy Spokewheellovers”

 

Pemirsa…
Ep epe em imir es asa, PEMIRSA !! 

Seperti pernah saya sampaikan di artikel kemarin;  membuka pintu bagi pemirsa yang mungkin tertarik untuk menuangkan ide, pengalaman, cerita, tips n trick, dsb dalam bentuk tulisan/artikel di blog sederhana ini. Saya menyediakan rubrik khusus untuk itu yg saya namai Artikel Tamu atau Guest Post. Topiknya apa? topiknya bisa apa saja. Selama saya anggap bermanfaat dan ada kaitannya dengan dunia roda dua alias motosikal (halahhh motosikal  ). Dan tentunya, sebagai pemilik warung saya akan mereview terlebih dahulu tulisan yang masuk sebelum dipublish untuk pemirsa. Menulis itu menyenangkan, dan lebih menyenangkan lagi apabila tulisan kita bisa memberikan nilai atau ‘value’ untuk orang lain yang membacanya. So, quality in writing is also important.
Nah, artikel tamu kali ini datang dari seorang kawan dunia maya (saya sebut begitu karena memang saya belum pernah bertemu muka dengannya  ) bernickname Ichy (kok kayak nama keripik pedas yg dulu bikin heboh itu ya).
Ichy is one of my fellow blogger yang ‘sepertinya’ masih berusia belia, namun jika melihat hasil tulisannya terlihat dewasa (sotoyy banget ya gw  ). Tapi beneran lho, kalo gak percaya monggo aja simak tulisan-tulisannya langsung di blognya; spokewheellovers.wordpress.com
Di tulisan ini, ichy berbagi tips ringan tentang teknik fuel mixing yang biasa diterapkannya. Cekidot.
——-
TIPS PERTAMAX MURAH MERIAH ALA ICHY
Well, ini sebenernya bukan artikel yang berbau teknikal seperti artikel-artikel blognya Om Pahla yang sebelumnya. Tips saya kali ini juga hanya tips biasa yang mungkin para FU-ers sudah mengetahuinya. Namun, saya lihat belum ada artikel seperti ini di arsip blognya Om Pahla, dan mungkin masih ada yang belum mengetahui tips ini. Jadi kali ini saya akan sedikit berbagi tips ringan untuk membuat Pertamax murah meriah, ala saya sendiri.
Belakangan kita dihebohkan dengan wacana naiknya harga BBM dengan 2 harga. Karena takut pengeluaran bensin membengkak, akhirnya, banyak dari kita yang terpaksa memakai bensin bersubsidi untuk Satria FU kesayangan. Padahal seperti yang kita tahu, mesin Satria FU memiliki rasio kompresi 10,2:1 yang notabene harus memakai bensin yang beroktan minimal 92 atau setingkat Pertamax. Ada juga yang memakai bensin premium yang dicampur Octan Booster dengan harapan, kualitas bensin akan meningkat menjadi setara dengan Pertamax. Padahal, Octan Booster hanya dapat meningkatkan oktan bensin beberapa poin saja. Selain itu, penggunaan Octan Booster yang berupa padatan juga beresiko menjadi “kerak” didalam tangki bensin.
Nah, ketimbang menempuh dua trik tersebut yang kurang baik untuk kesehatan mesin, saya memilih jalan lain yang tidak mengganggu kesehatan mesin, dan juga tidak mengganggu “kesehatan” dompet. Caranya? Dengan meracik sendiri bensin Pertamax. Ya, dengan mencampur bensin Premium dengan Pertamax+, kita akan mendapatkan kualitas bensin yang setara dengan Pertamax. Well, believe it or not. Dibanding dengan membeli Pertamax yang asli, cara ini menghemat pengeluaran bensin kita untuk Satria FU kesayangan karena jika dihitung, harga bensin racikan kita sendiri ini lebih murah perliternya dibanding Pertamax yang asli.
Nah, cara ngeracik bensinnya gimana tuh?
Yang paling baik adalah dengan perbandingan 1:1. 1 Liter Pertamax+ dicampur dengan 1 liter premium, jika 2 liter Pertamax+ dicampur dengan 2 liter Premium, dan seterusnya. Namun, karena ini termasuk trik yang sudah lama ada maka banyak metode dalam meraciknya. Nah, saya memakai metode saya sendiri, full to half:
1. Isi Satria FU dengan Pertamax+, sampai tangki bensin penuh
2. Ketika fuelmeter menunjukkan bensin di tangki tinggal setengah, isi dengan premium hingga penuh
3. Nantinya, ketika fuelmeter kembali menunjukkan bensin di tangki tinggal setengah isi kembali dengan Pertamax+. Begitu seterusnya.

Mudah bukan? Anda hanya tinggal mengingat, apa bensin yang anda gunakan terakhir kali.
Wah, gampang tuh. Tapi ngerusak mesin ngga tuh pake bensin dicampur-campur gitu?
Saya sendiri sudah memakai trik ini dari tahun 2009 dengan motor saya, Suzuki Smash lansiran tahun 2005. Dan alhamdulillah sampai saat ini belum ada masalah apapun. Jika komposisi bensinnya pas (Premiumnya tidak lebih banyak dari Pertamax+), saya rasa tak masalah. Malah cara ini lebih baik untuk menjaga kondisi mesin agar tetap prima, jika dibanding hanya memakai Premium atau Premium campur octan booster
Oh iya, untuk meyakinkan pembaca sekalian jika trik ini terbukti lebih murah, mari lakukan simulasi berikut.
Tangki satria FU mempunyai ukuran tangki 4,9 L. Untuk memudahkan penghitungan, dibulatkan jadi 5 L. Kita patok harga sesuai daftar harga per April 2013, Premium Rp 4.500,-/liter, Pertamax Rp 9.700,-/liter, dan Pertamax + Rp. 10.400,-/liter
Dengan Pertamax Murni : 5 Liter x Rp 9700 = Rp 48500,-
Dengan Pertamax Racikan : 2,5 liter premium x Rp 4500,-/liter = Rp 11250,-
2,5 liter pertamax+ x Rp 10400 = Rp 26000,-
Rp 11250 + Rp 26000 = Rp 37250,-
Selisih : 48500-37250 = Rp 11.250,- Bedanya lumayan kan?
Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatian para pembaca sekalian
Best Regards,
Ichy
Spokewheellovers.wordpress.com

 

Tipe - Tipe Anak Kuliahan / Mahasiswa, Mana Tipemu? (Masuk Gan!!)





Quote:Tipe Kupu-Kupu (Kuliah Pulang - Kuliah Pulang) 


"Tipe Mahasiswa yang pertama adalah Tipe Kupu-Kupu, atau bisa disebut dengan Kuliah Pulang - Kuliah Pulang. Tak jarang kan kita melihat sebagian besar teman kita sendiri atau bahkan orang lain bertipe seperti ini.
Setiap hari biasanya kerjaannya hanya Kuliah dan Pulang, sepertinya tidak ada acara lain selain dua hal tersebut. Nah menyikapi hal tersebut, mungkin kurang tepat bagi aku pribadi ya atau bahkan bagi para sobat sekalian.
Mengapa aku sampai berkata seperti itu? ya karena dengan Kuliah Pulang-Kuliah Pulang ini, maka ilmu kita tidak akan bertambah. Padahal apabila kita pergunakan waktu di kampus dengan sebaik mungkin, maka hal itu akan berdampak positif bagi kita dan bahkan orang lain.
Tipe Mahasiswa Kupu-Kupu ini biasanya adalah tipe mahasiswa pendiam dan biasanya juga tipe mahasiswa seperti ini tidak memiliki teman yang banyak di kampus.
Kekurangan lain dari Tipe Mahasiswa Kupu-kupu adalah tidak akan seterkenal dengan Mahasiswa yang aktif dan selalu ada aja kegiatan di Kampus untuk mengisi waktu luangnya. Misalnya saja seperti tipe Mahasiswa Tikus dan Kelabang."


Quote:Tipe Capung (Cari Pinjaman Utang) 


"Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Mahasiswa Capung (Cari Pinjaman Utang), nah biasanya tipe mahasiswa seperti ini adalah tipe mahasiswa yang sering menghambur-hamburkan duit tanpa adanya kejelasan dan keperluan yang memang benar-benar dibutuhkan.
Tipe Capung biasanya terjangkit pada mahasiswa yang lagi membutuhkan duit untuk membeli sesuatu, atau karena tidak memiliki duit untuk makan dan jajan sehari-hari. Terkadang apabila duit di dompet sudah tidak ada, biasanya nyari pinjaman utang ke temen atau orang lain.
Sungguh sangat malang nasib mahasiswa bertipe Capung ini, sebenarnya tidak ada salahnya kan apabila bertipe seperti ini. Namun, sebaiknya usaha sendiri terlebih dahulu sebelum meminjam, pergunakan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya agar tidak menjadi mahasiswa yang bertipe ini."

Quote:Tipe Kumbang (Kemanapun Bimbang) 


"Tipe Mahasiswa yang selanjutnya adalah Tipe Kumbang (Kemanapun Bimbang), tipe ini biasanya melekat kepada mahasiswa yang apabila pergi kemanapun resah, gelisah, dan akhirnya gak jadi pergi. Meskipun pergi, pergipun gak tenang karena mungkin ada desakan atau halangan yang membuat bimbang.
Tipe Kumbang ini tidak selalu terjadi, namun biasanya hal ini terjadi kepada mahasiswa yang memiliki suatu permasalahan yang membuat hati ini tidak tenang/bimbang untuk bepergian kemanapun.
Misalnya saja disaat ingin menghadiri suatu acara, namun orang tua tidak mengijinkan. Maka yang terjadi adalah keraguan, kegelisahan, dan kebimbangan yang akan melanda disetiap perjalanan maupun ditempat acara."

Quote:Tipe Kelabang (Keliaran Bangga) 


"Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Kelabang (Keliaran Bangga), hal ini bisa kita temui bahwasanya ada berbagai macam mahasiswa yang kerjaannya keliaran setiap saat. Perlu diketahui, keliaran tuh beda dengan Mbolang (Bocah Petualang) ya…
Untuk yang bertipe ini, biasanya kegiatannya tuh hanya berkeliaran yang gak jelas dan kurang bermanfaat gitu. Mungkin dari kata “Keliaran” sendiri para sobat bisa mengartikannya sendiri, karena apabila aku yang mengartikannya, nanti ditakutkan salah persepsi.
Namun pada intinya, tipe mahasiswa Kelabang ini biasanya mereka sangat bangga dengan kegiatan yang kurang bermanfaat tersebut. Keliaran gak kemana-mana gak jelas arah dan tujuannya, namun tetap kelihatan bangga dengan apa yang dilakukannya."

Quote:Tipe Lalat (Selalu Telat)


"Nah untuk Tipe Mahasiswa yang satu ini yakni Tipe Lalat (Selalu Telat), biasanya tak jarang ditemui dan bahkan sering. Biasanya tipe mahasiswa Lalat selalu ada alasan ketika ditanya oleh dosen yang sedang mengajar, kadang macet lah, kadang antri kamar mandi lah, kadang sakit perut lah, dan kadang ban motor bocor lah.
Pokoknya untuk tipe mahasiswa yang satu ini selalu ada aja alasan untuk menghindar dari kesalahannya tersebut. Biasanya kebanyakan mahasiswa yang telat masuk kuliah, ternyata karena susah bangun atau bisa disebut bangunnya kesiangan.
Nah dari ketelatan tersebutlah bisa membuat lebih terkenal atau bahkan tercemar, ya kalo menurut saranku lah mending jangan menjadi tipe mahasiswa Lalat, karena kebanyakan dosen tidak suka dengan mahasiswa yang suka telat masuk ke kelas."

Quote:Tipe Nyamuk (Nyari Muka)


"Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Nyamuk (Nyari Muka), biasanya tipe mahasiswa seperti ini tak jarang kita temui dan bahkan bisa jadi teman kita sendiri di kelas. Tipe mahasiswa seperti ini kerjaannya hanya mencari muka dari dosen atau teman yang lainnya. Dan terkadang teman seangkatannya kurang suka dengan tingkah lakunya.
Ada banyak hal yang biasanya dilakukannya ketika ingin mencari muka dari dosen atau teman-temannya, misalnya saja dari dosennya. Biasanya pada saat ujian atau tugas, teman yang lainnya tidak diberitahu dan ngumpulin terlebih dahulu. Selain itu dia bahkan sok tau didepan dosen.
Nyari muka sech nyari muka, asalkan sewajarnya sajalah agar tidak mengganggu teman-temannya."

Quote:Tipe Laba-Laba (Lempar Batu Lapis Baja)

"Tipe Mahasiswa berikutnya adalah Tipe Laba-laba (Lembar Batu Lapis Baja), nah tipe mahasiswa yang dimaksudkan aku disini adalah tipe mahasiswa yang sering berdemo. Bener kan dengan kata Lempar Bati Lapis Baja? pastinya benar, gimana pada saat demonstrasi kan biasanya memang mahasiswa melempar-lempar batu kepada para petugas yang berlapis baja.
Ada beberapa jenis mahasiswa yang memiliki sifat sebagai kunci menuju “Perubahan”, nah perubahan disini bisa sobat artikan sendiri sesuai dengan versi para sobat sendiri. Namun pada intinya, ada Mahasiswa yang dibayar untuk melakukan demonstrasi dan ada juga yang memang benar-benar menginginkan perubahan tanpa adanya bayaran."


Quote:Tipe Tikus (Aktivis di Kampus) 


"Tipe Mahasiswa yang satu ini yakni Tipe Tikus (Aktivis di Kampus) merupakan sumber dari tipe mahasiswa yang sebelumnya yakni Tipe Laba-laba, mengapa bisa sampai dikatakan seperti itu?
Ya sobat bisa mengartikannya sendiri, karena dari katanya aja Aktivis atau pejuang kampus/pejuang nasib Mahasiswa, jadi secara otomatis biasanya mahasiswa bertipe ini akan menjadi tipe Laba-laba.
Terkadang tipe mahasiswa yang satu ini biasanya mendapatkan perhatian yang lebih dari pihak kampus, nah yang ini juga para sobat saja yang mengartikannya sendiri dengan apa yang dimaksud “Perhatian yang Lebih”. Karena setiap pendapat, pastinya akan berbeda-beda."


Quote:Tipe Belalang (Berpergian Selalu Bolang) 


"Tipe Mahasiswa yang terakhir adalah Tipe Belalang (Bepergian Selalu Bolang), nah tipe yang satu ini mungkin memang aku banget ya. Karena aku sangat suka dengan yang namanya bepergian dengan sedikit atau minim dana.
Tipe Belalang ini terkadang tidak mengenal jarak, waktu, atau apapun itu."

  SUMBER 

Top Speed Satria FU 160kpj: Hoax or Real deal?

Top Speed Satria FU 160kpj: Hoax or Real deal?

 

 Top speed. Ya, istilah ini adalah salah satu dari beberapa ‘magic word’ yang kerapkali muncul dan selalu jadi topik hangat di banyak obrolan anak motor, termasuk juga dikalangan komunitas satria FU. Entah itu obrolan di warung kopi, di tempat kopdar, ataupun di media forum online seperti milis, facebook dan semacamnya. Selalu ada saja pertanyaan dan diskusi bertemakan top speed. “FU gw kemaren dapet top speed segini gan, wajar gak tuh?” atau “Berapa top speed FU lo bro?” Hmmmm…lebay kah, atau norak?

Gak juga ah, keingintahuan seorang rider tentang top speed motor menurut saya wajar wajar saja, apalagi buat pengguna baru, lumrah kalo penasaran ingin tahu sejauh mana kemampuan tunggangannya. Nah, salah satu tolok ukur performa yang paling sering dipakai adalah topseed alias ‘kecepatan puncak’. Simple saja, karena alat ukur atau indikatornya mudah dilihat dan sudah disediakan oleh pabrikan; yaitu spidometer di motor masing-masing, hehe. Sebagian lagi juga banyak yang memilih menggunakan GPS karena diyakini lebih akurat dibandingkan speedometer bawaan pabrik. Whatever lah, yang jelas tujuannya sama, ingin tahu topspeed motornya sampai berapa.
Nah pemirsa, ngemeng-ngemeng soal test top speed, tadi siang saat iseng browsing–browsing ngabisin waktu libur, saya pun terdampar di salah ‘dua’ artikelnya mas yudi batang (again?? Hehe, kayaknya jodoh nih karena sama-sama doyan sama yang kenceng2  ). Dua duanya artikel lama, yang satu artikel tahun 2010 bercerita tentang kumpulan video top speed berbagai motor dan satu lagi artikel 2011 tentang video seorang FU riders yang ngajakin test speed vixion di jalur pantura cirebon
Membaca sekilas isi artikel, lho kok, kayaknya saya kenal nih sama sosok FU yang ditampilkan di dua video tersebut. Tertulis disitu nama ID youtube si FU rider: “jpsubangun”. Hmmmmm…..gak salah lagi, ini sih si Lone Rider, satria FU miliknya bro Joko Prasetyo Subangun Bantal.
FU Pengelana The Lone Rider
Yak, Rider FU yang satu ini memang saya tahu hobi banget sama yang namanya test topspeed  . Coba saja pemirsa browsing di youtube ID ‘jpsubangun’, pasti deh keluar banyak video yang dia upload saat test top speed satria FU nya. Trek favoritnya untuk menjajal kecepatan puncak si Lone rider adalah jalanan di kisaran Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta timur, yang memang cukup panjang sekitar 1 – 1,5 km kurang lebih. Dan bukan hanya sekali dua kali, ia sudah seringkali sengaja datang ke trek halim di waktu dini hari hanya untuk test top speed disana.
Sedikit kilas balik, saya pertama kali mengenal bro Joko melalui facebook sekitar satu setengah tahun yang lalu, saat itu ia beberapa kali menulis komentar pada postingan saya di salah satu group facebook para FU mania (ssfc). Obrolan di group facebook ini kemudian berlanjut menjadi kopi darat, karena ternyata rumah Joko tak begitu jauh dari tempat saya tinggal saat itu. Jumat malam itupun untuk pertama kalinya kami bertemu muka, ketemuan di sekitaran Tamini Square kemudian dilanjut ngobrol ngalor-ngidul seputar FU sampai jam 3 pagi di samping roti panggang pangkalan jati, Jatiwaringin. Orangnya memang asyik, enak diajak ngobrol, dan yang jelas; kritis dan serba ingin tahu, hehehe. Bahkan, disela-sela obrolan, ia pun sempat menjajal bawa motor saya keliling-keliling. Katanya “gw penasaran, pengen tau kayak gimana sih rasanya FU kalo udah naek cc” :D hehe.
Satria FU The Lone Rider, Si Pengelana Jalanan
Top Speed Satria FU Lone Rider
Oke, cukup sekilas soal empunya motor, bagaimana dengan satria FU nya? Hmmm…jangan bayangkan si Lone Rider –panggilan FU bro Joko- seperti profil FU lain yang pernah saya ulas di sini. Ditengah godaan ‘doping’ bore up dan stroke up yg begitu populer meracuni kalangan FUers, lone rider ini tetap setia dengan 150cc nya. Sampai hari inipun, Si Lone Rider masih tetap setia dengan modifikasi 3 pilar performa FU plug n play saja: Karburator, CDI, dan Knalpot. Sebagai sarjana ekonomi, empu si Lone rider dengan tepat dan cermat menerapkan prinsip ekonomis minimalis bombastis pada satria FU kesayangannya, hehehe. Bisa dilihat dari pilihan part-nya; Karburator ia cukup mempercayakan pada karbu sejuta umat, Keihin PE28. Untuk CDI, ia yakin bahwa kurva pengapian standar adalah yang terbaik untuk spek standar, hanya perlu dihilangkan limiter-nya saja. Atas pertimbangan itu, ia cukup memilih CDI Varro untuk FU yang murah meriah (250rb kalo tidak salah). CDI ini memang mengadopsi kurva pengapian standar tapi dengan limiter lebih tinggi (atau mungkin tanpa limiter sama sekali ya ? :D ). Demikian juga di sektor penyalur gas buang alias knalpot, ia tak ikut latah ngidam DBS dan knalpot-knalpot mainstream lainnya, cukup bikinan bengkel knalpot handmade lokalan saja, kreasi home industry, toh hasilnya ternyata tak kalah dengan knalpot bermerk. Memaksimalkan potensi mesin standar sampai optimal; Begitu prinsipnya Ki Joko Subangun.
Diantara sekian banyak hasil test topspeed si Lone Rider yang dipublikasi, mungkin video inilah yang paling mengundang sorotan:
Video Top Speed Lone Rider, FU 150cc 160kpj (on spido, maret 2012 @trek halim)

Spek Lone Rider di video waktu itu adalah:
  • Mesin standar 150cc
  • Karburator PE28 thailand
  • CDI Varro
  • Knalpot Custom (handmade)
  • Lepas paking 2 lembar biar kompresi lebih tinggi
  • Gear : 13-41
  • Velk Jari Jari 1.40 x 17
  • Ban Belakang : FDR Genzi 80/80
  • Ban Depan Comet M1 70/80
Dikalangan FU sekalipun, capaian top speed si Lone Rider ini cukup mengundang perdebatan. Terutama menyoroti ukuran Final Gear dan Ban yang ukurannya sudah tidak standar (Gear standar FU ukurannya 14-43, Ban Standar FU 80/90 & 70/90). Terlepas dari soal pengaruh ukuran final gear dan ban terhadap simpangan speedo, tetap saja capaian ini tergolong impresif. Karena kenyataannya, FU standar yang pake gear berat atau ban kecil itu banyak, toh tak lantas semuanya sanggup menyentuh angka 160kpj di speedometer :D
Ngabisin rasa penasaran, beberapa waktu lalu Joko kembali menjajal top speed FU nya, kali ini ia mengganti gear set dengan ukuran standar FU: 14-43, plus sedikit sentuhan di lubang in dan ex (porting polished). Hasilnya? Catatan 160kpj tetap mampu ia raih, bahkan kali ini bisa dicapai dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Perlu pula diketahui, bahwa speedometer bawaan FU hanya mampu membaca kecepatan sampai 160kpj saja, lebih dari itu, angka di spido akan tetap mentok di 160kpj, tidak bisa lebih.
Video test top speed FU Lone rider 160kpj part II, kali ini dengan gear standar 14-43.
Videonya ini saya dapatkan langsung dari hp empunya, Video ini belum sempat diupload oleh Joko jadi saya minta langsung dari hp nya. Hanya sayang, kamera hp jadul yang dipakainya ikut miring diterpa angin saat mendekati top speed. Tapi masih tetap terlihat 160 kpj tercapai di detik ke 36.

O iya, Joko dan Lone Ridernya juga sempat dua kali nekat nimbrung ikut serta saat kawan2 FU SSFC latihan bersama di Sentul. Kenapa saya bilang nekat? karena sesi utama latihan adalah road race alias cornering. Disaat FU-FU lain menyesuaikan pake ban soft compound ukuran besar (90/80), Joko keukeuh nekat turun dengan kondisi lone rider apa adanya, dengan ban kecil kesayangannya, hadeuhhhh. Ia hanya berujar: “biar entengan la, sadar diri motor standar, biar gak terlalu ketinggalan sama FU-FU lain yang rata-rata udah maen modif mesin” hehehe, ada ada saja emang si aki aki racing ini. :D
http://youtu.be/VD-9-B5myro
Berikut ini beberapa jepretan foto yang saya temukan saat dia ‘nekat’ ikut nyentul dengan ban kecil saat itu.
FU Lone Rider Sentul
Ada satu kejadian menarik saat disentul. Yaitu saat si Lone rider mencoba membuntuti Ninja 250 selama beberapa puteran. Sepertinya memang ki Joko ini penasaran ingin tahu sejauh mana gap diantara motor 150cc dibanding 250cc jika dikebut di trek bebas hambatan seperti Sentul.
Video FU Lone Rider 150cc ngikutin Ninja 250 at Sentul

Menurut testimoni bro Joko, dalam dua lap itu memang gap antara dia dan Ninja 250 didepannya semakin melar. Namun menurutnya juga, lebih disebabkan karena kondisi ban lone rider yg kecil, ia tak berani mengikuti speed Ninja 250 saat melahap tikungan demi tikungan (total lintasan 1 lap sentul =5km dengan 11 tikungan). Sedangkan top speed kedua motor di trek lurus menurutnya ya segitu-segitu aja, berimbang. Hmmm… interesting.
So, bagaimana menurut pemirsa catatan si Lone Rider ini? Hanya ngibul belaka, atau memang begitulah kondisi apa adanya?
Hoax or a Real deal, Its up to you how to judge it.
Lha kalo menurut mas satria155 sendiri gimana?
Hmmm..sederhana saja, karena kebetulan saya tahu persis pria macam apa ki Joko ini, jadi saya tau ini bukan video kibul-kibulan :D
I know that its just the way it is. Simply because i know what kind of man he is.
Happy reading, Happy riding.
Satria155
Last Pic
Empu Lone Rider, Ki Joko Subangun, “Ali Topan Aki-Aki Jalanan” :D

Joko Subangun
My notes:
Artikel ini hanyalah sharing cerita, sama sekali bukan untuk ajang pamer-pameran topspeed, apalagi membanding-membandingkan antar merk yg jelas-jelas akurasi spido-nya jg beda beda.
Kita pun tahu bahwa top speed hanyalah secuil parameter dalam menilai performa mesin. So, don’t take it too seriously. Hanya berpatokan pada top speed semata (apalagi on-speedo) terkadang bisa memberikan impresi yang keliru tentang peforma motor.
Lagian kalo kata pengamat; ‘mang mau ngebut dimanaaaa…? ^_^
SUMBER satria155